Bupati Erwin Burase Terima Kunjungan Kepala Karantina RI, Bahas Pengembangan Ekspor Durian
- calendar_month Kam, 28 Mei 2026
- visibility 53
- comment 0 komentar

Ket: Bupati menyampaikan laporan pengembangan sektor durian di Parigi Moutong di hadapan Kepala BKI. (f-Pde)
PARIMO | Harian Sulawesi – Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menerima kunjungan kerja Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding di PT Sentra Pangan Sejahtera (SPS), Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kamis (28/5/2026).
Kunjungan tersebut membahas pengembangan sektor durian di Kabupaten Parigi Moutong, termasuk upaya memperkuat ekspor ke pasar internasional, khususnya Tiongkok.
Dalam laporannya, Erwin menyebut potensi durian di daerahnya sangat besar dan tersebar di hampir seluruh wilayah kabupaten.
“Data terakhir menunjukkan sekitar 1.114 hektar lahan durian yang sudah teregistrasi, sementara total luasan kebun durian mencapai lebih dari 5.777 hektar,” ujar Erwin.
Dia menyebut, durian Parigi Moutong tersebar di 19 kecamatan dari total 23 kecamatan yang ada. Karena itu, pemerintah daerah bersama DPRD dan seluruh pemangku kepentingan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar segera meregistrasi kebun durian mereka untuk mendukung kebutuhan ekspor.
Menurut Erwin, Parigi Moutong mulai mencatat sejarah ekspor durian pada 2023 dengan pengiriman sebanyak 22 ton ke Thailand.
Kemudian pada Februari 2024, daerah tersebut berhasil menembus pasar Tiongkok dengan ekspor perdana sekitar 27 ton durian.
“Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari perjuangan dan kerja keras bersama seluruh pihak,” katanya.
Selain memperluas registrasi kebun, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan infrastruktur pendukung ekspor.
Bahkan saat ini terdapat sekitar 18 packing house di Parigi Moutong, dengan 14 di antaranya telah beroperasi dan tiga packing house sudah mengantongi izin ekspor.
Erwin menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Parigi Moutong sebagai lumbung durian nasional bahkan internasional. Untuk mendukung target tersebut, pengembangan lahan durian terus dilakukan hingga mencapai 15.000 hektar.
Politisi Golkar ini katakan, pembukaan lahan baru seluas 4.000 hektar sedang disosialisasikan di Kecamatan Kasimbar. Selain itu, wilayah Sidoan dipersiapkan sekitar 5.000 hektar, sementara wilayah lainnya ditargetkan mencapai 10.000 hektar pengembangan tanaman durian.
Meski demikian, Erwin mengakui masih terdapat tantangan yang dihadapi petani, terutama penyakit pangkal batang yang kerap menyerang tanaman durian.
Pemerintah daerah pun telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Tadulako, untuk mencari solusi penanganan penyakit tersebut, tambahnya.
Erwin Burase berharap kunjungan Kepala Badan Karantina Indonesia dapat membawa arahan dan dukungan dalam mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani durian di Parigi Moutong. (**)
- Penulis: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar