Bupati Erwin Burase Bilang Durian Parigi Moutong Bisa Tembus ke – Tiongkok Karena Ada Sosok Faradiba Zaenong, Benarkah?
- calendar_month Kam, 28 Mei 2026
- visibility 132
- comment 0 komentar

Faradiba Zaenong Sosok ‘Kartini’ Pembela Kaum Petani Durian
Foto : Faradiba Zaenong (f-Pde)
PARIGI | Harian Sulawesi – Bupati Parigi Moutong Erwin Burase mengakui bahwa produk durian saat ini mendapat perhatian manca negara sebagai durian ekspor melalui pengiriman yang pertama kali di bulan Pebruari tahun 2026 ke – Tiongkok sebanyak 27 ton.
Keberhasilan ini kata Bupati tidak terlepas dari semangatnya Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Parigi Moutong Faradiba Zaenong.
Dia selalu berkomunikasi dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat dan pemerintah provinsi serta pengusaha durian untuk mendorong agar hasil kerja keras ini bisa langsung ke – Tiongkok (China), kata Erwin saat menyampaikan laporannya dihadapan Ketua Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Kardin, Kamis (28/5/2026).
Sosok Faradiba ini kata Bupati adalah seorang perempuan yang terus berinovasi tanpa kenal lelahnya, yaitu bagaimana meningkatkan pendapatan petani durian.
Atas kerja keras inilah sehingga Parigi Moutong menjadi Kabupaten Lumbung durian tahun ini walaupun produksi beras sudah terlebih dahulu sebagai lumbung beras terbesar di Sulawesi Tengah, kata Bupati.
Apa pendapat warga Kota Parigi terhadap sosok Ketua KADIN Parigi Moutong Faradiba Zaenong yang disebut sebagai perempaun pekerja keras oleh Bupati Erwin Burase?
Salah seorang pemerhati petani, H. Sukri Cakunu menilai bahwa ucapan orang nomor satu di Parigi Moutong itu memang benar, karena untuk menjadi mentor kemaslahatan banyak orang, terutama meningkatkan pendapatan petani durian tidak semudah membalikan tangan.
Namun atas ketulusan sosok perempuan yang disebut banyak orang sebagai ‘KARTINI’ nya Parigi Moutong ini sekaligus sebagai Ketua KADIN telah membuktikan dengan memilih durian sebagai simbol kekuatan ekonomi daerah Parigi Moutong dimasa akan datang.
“Semoga karya yang disandang oleh Faradiba Zaenong akan mampu menjembatani kaum petani dengan pemerintah daerah melalui terobosannya yang sangat dikagumi oleh kalangan warga saat ini” kata Sukri Cakunu.
Demimian halnya pengakuan seorang petani durian, Fadlin berasal dari Kecamatan Ampibabo saat sesi dialog dengan Ketua Barantin di lokasi PT. Sentra Pangan Sejahtera (SPS) desa Avolua Kecamatan Parigi Utara sangat bangga dengan sosok Faradiba Zaenong.
Fadlin meminta kepada Ketua KADIN untuk bisa membela petani durian yang selama ini selalu dirugikan oleh para peluncur dengan membayar harga durian bukan harga standarnya.
Ketua KADIN Faradiba Zaenong menjawab jika dasar laporan petani durian bisa menjadi catatan khusus, dan akan melakukan pengecekan dilapangan apabila benar terjadi.
“Jangan lakukan hal itu seperti penjualan durian yang merugikan. Jika ada oknum mengatasnamakan perusahaan sebagai ‘peluncur’ (petugas pelaksana/pendamping) pembelian durian hasil petani dengan harga dibawah standar di kebun/lahan pertanian. Nah, hal ini juga saya sampaikan dan imbau kepada para petani, bahwa saat petugas pendamping/pengawas datang diharapkan bisa ditanyakan apakah benar sebagai pembeli dari salah satu perusahaan, jika merasa ragu bisa melaporkan kepada kami” pungkasnya. (**)
- Penulis: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar