Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Parimo » Disdikbud Parigi Moutong Wajibkan TK Sebelum SD, ATS Ditargetkan Turun

Disdikbud Parigi Moutong Wajibkan TK Sebelum SD, ATS Ditargetkan Turun

  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

Foto : Aswadin for @hariansulawesi

PARIMO, Harian Sulawesi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menegaskan penerapan wajib belajar 13 tahun sebagai langkah strategis menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di daerah tersebut.

Penegasan itu disampaikan Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Disdikbud Parigi Moutong, Dahniar, dalam kegiatan Konsolidasi Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang digelar di Aula Dikbud Parigi Moutong, Senin (11/5/2026).

Dahniar menjelaskan, kebijakan wajib belajar 13 tahun kini mencakup satu tahun pendidikan pra sekolah di tingkat Taman Kanak-kanak (TK). Menurutnya, anak usia 4 hingga 6 tahun yang belum terdaftar di satuan pendidikan menjadi salah satu penyumbang terbesar tingginya angka ATS di Parigi Moutong.

“Anak usia 4, 5, dan 6 tahun yang belum masuk sekolah menjadi salah satu penyumbang terbesar angka anak tidak sekolah di Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru, jumlah ATS di Parigi Moutong saat ini berada di kisaran 13.500 anak. Angka tersebut disebut mengalami penurunan dibanding sebelumnya yang mencapai sekitar 14 ribu anak.

Disdikbud bersama pemerintah kecamatan dan desa, kata Dahniar, terus melakukan sosialisasi wajib belajar 13 tahun sejak 2025. Sosialisasi itu juga telah disampaikan langsung kepada para camat dan kepala desa agar mendorong masyarakat memasukkan anak usia dini ke bangku TK.

Ia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menerbitkan surat edaran terkait wajib belajar sejak tahun lalu dan akan kembali diperkuat pada tahun ini.

“Ke depan anak-anak tidak akan bisa masuk SD jika tidak memiliki surat tanda tamat belajar dari TK,” katanya.

Selain mendorong pendidikan usia dini, Disdikbud juga menyoroti pentingnya pembaruan data Dapodik oleh pihak sekolah untuk mendeteksi anak-anak yang berpotensi putus sekolah maupun tidak melanjutkan pendidikan.

Menurut Dahniar, sekolah diminta aktif menelusuri data by name by address yang telah tersedia agar anak-anak yang terindikasi putus sekolah dapat segera diarahkan kembali ke pendidikan formal maupun nonformal melalui PKBM.

“Kalau mereka tidak mau kembali ke sekolah formal, masih ada pendidikan nonformal melalui PKBM. Yang penting mereka tetap terdaftar di satuan pendidikan agar tidak tercatat sebagai ATS,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan ATS kini menjadi perhatian nasional. Karena itu, Disdikbud berharap seluruh pihak mulai dari kepala sekolah, pengawas, Korwil pendidikan hingga Tim Penggerak PKK desa ikut terlibat aktif melakukan pendataan dan pendampingan di tingkat akar rumput.

“Harapan kami semua anak harus terdata di sekolah. Tidak ada lagi anak yang tidak pernah sekolah, putus sekolah, maupun tidak melanjutkan pendidikan,” ujar Dahniar. (**)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hanguskan Kompleks Mess PT SIMP di Moutong, Penyebab Masih Diselidiki

    Kebakaran Hanguskan Kompleks Mess PT SIMP di Moutong, Penyebab Masih Diselidiki

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Sumardin (Pde)
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Foto: istimewa PARIGI MOUTONG, Sulteng – Delapan unit bangunan mess milik PT SIMP Moutong di Dusun IV, Desa Aedan Raya, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hangus dilalap api pada Senin (3/8/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp400 juta. Kapolres Parimo AKBP Dr. Hendrawan A.N S.I.K, […]

  • Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Banggai Gandeng Mahasiswa dan Pelajar

    Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Banggai Gandeng Mahasiswa dan Pelajar

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Foto: Dok. Bawaslu Banggai for @hariansulawesi LUWUK, Harian Sulawesi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banggai menggandeng kader-kader muda yakni mahasiswa dan pelajar SMA/Sederajat, pada kegiatan sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Rabu (13/5) pagi. Kegiatan yang digelar di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banggai itu, dilaksanakan dalam rangka upaya strategis untuk memperluas jangkauan pengawasan. Kegiatan ini dihadiri langsung […]

  • Dekopinwil Sulteng Gelar Rapat Kerja Persiapan Harkopnas ke-79

    Dekopinwil Sulteng Gelar Rapat Kerja Persiapan Harkopnas ke-79

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Ryan Putra, S.S
    • visibility 75
    • 0Komentar

    PALU | Harian Sulawesi – Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Kerja (Raker) Wilayah untuk mematangkan persiapan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah itu dihadiri jajaran pengurus Dekopinwil Sulteng, panitia pelaksana Harkopnas, Sekretaris […]

  • Saat Warga Bertahan di Pengungsian, DPRD Pertanyakan Keberangkatan Bupati-Wabup ke PENAS KTNA di Gorontalo

    Saat Warga Bertahan di Pengungsian, DPRD Pertanyakan Keberangkatan Bupati-Wabup ke PENAS KTNA di Gorontalo

    • calendar_month Ming, 21 Jun 2026
    • account_circle Sumardin (Pde)
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Foto : Wakil Ketua DPRD Parimo Sayutin Budiyanto Tongani (f-ist) PARIMO | Harian Sulawesi – Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong menyoroti keberangkatan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong yang secara bersamaan menghadiri kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, di tengah status tanggap darurat bencana yang masih berlaku di daerah tersebut. DPRD menilai […]

  • 35 Rumah Kemas Durian di Sulteng Belum Berizin Ekspor, Karding: Jika Ekspor, Itu Penyelundupan

    35 Rumah Kemas Durian di Sulteng Belum Berizin Ekspor, Karding: Jika Ekspor, Itu Penyelundupan

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 94
    • 0Komentar

    PARIMO | Harian Sulawesi – Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengungkap fakta mengejutkan di balik tingginya ekspor durian asal Sulawesi Tengah. Dari total 42 rumah kemas atau packing house (PH) durian yang tersebar di wilayah tersebut, hanya tujuh unit yang telah mengantongi izin resmi untuk mengekspor ke Tiongkok. Artinya, sebanyak 35 rumah kemas lainnya belum memiliki […]

  • Kebakaran Styrofoam di Jalan Trans Sulawesi Ampana Tete Berhasil Dipadamkan dalam 7 Menit

    Kebakaran Styrofoam di Jalan Trans Sulawesi Ampana Tete Berhasil Dipadamkan dalam 7 Menit

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Foto istimewa TOUNA | Harian Sulawesi – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) berhasil memadamkan kebakaran tumpukan styrofoam bekas dekorasi di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Pusungi, Kecamatan Ampana Tete, Kamis (9/7/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.55 WITA itu diduga dipicu kelalaian saat membakar sampah di sekitar lokasi. Api kemudian […]

error: Content is protected !!
expand_less