Sinergi Memperkuat Ketahanan Keluarga, PW APRI Sulawesi Tengah 2026-2030 Resmi Dilantik
- calendar_month Sen, 11 Mei 2026
- visibility 252
- comment 0 komentar

PALU, 11 Mei 2026 – Tonggak baru kepemimpinan profesi penghulu di Sulawesi Tengah resmi dimulai. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, DR. H. Junaidin, M.A., secara resmi melantik dan mengukuhkan Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Sulawesi Tengah Periode 2026–2030.
Acara yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) III ini berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Santika, Palu.
Perhelatan besar ini dihadiri oleh ratusan seluruh Pengurus Cabang APRI dari kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Momentum ini semakin prestisius dengan kehadiran jajaran Forkopimda Sulawesi Tengah, di antaranya perwakilan Gubernur Sulteng (Asisten III), Ketua Badan Kehormatan DPRD Prov. Sulteng, perwakilan Pangdam, perwakilan Kajati, perwakilan Kapolda, Kepala Imigrasi Kelas I TPI Palu, Anggota DPRD Provinsi, serta para pimpinan Ormas keagamaan dan kepemudaan.
Penghulu: Lebih dari Sekadar Pencatat Nikah
Ketua PW APRI Sulawesi Tengah terpilih, Isaram Said Lolo (ISL), dalam pidato perdana menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih progresif. Isram menekankan bahwa peran penghulu di era modern harus bertransformasi.
“Penghulu adalah ujung tombak negara yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi masyarakat. Tugas kami bukan sekadar urusan administratif pernikahan atau pencatatan di atas kertas.
Penghulu adalah tokoh masyarakat, konselor keluarga, sekaligus benteng pertahanan mental spiritual umat,” tegas Isram.
Dirinya merinci bahwa penghulu memiliki tanggung jawab moral dalam membina rumah tangga baru, memitigasi konflik sosial keagamaan, hingga menjadi rujukan solusi atas problem hukum Islam di tengah masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan ketahanan keluarga menjadi fondasi stabilitas sosial di Sulawesi Tengah,” tambahnya.
Apresiasi Kakanwil Kemenag: Kolaborasi Lintas Sektor
Kakanwil Kemenag Sulteng, DR. H. Junaidin, M.A., memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pelantikan yang mampu menghadirkan sinergi lintas sektoral.
Menurutnya, kehadiran lengkap unsur Forkopimda merupakan bukti nyata bahwa APRI adalah mitra strategis pemerintah daerah.
“Kehadiran Bapak/Ibu dari berbagai instansi adalah dukungan moral yang luar biasa. Ini menandakan kuatnya semangat kolaborasi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan religius,” ujar Junaidin.
Dia menitipkan tujuh misi utama bagi pengurus baru, yakni:
- Memperkuat ketahanan keluarga.
- Menekan angka perceraian.
- Mendorong moderasi beragama.
- Edukasi pernikahan berkualitas.
- Mencegah pernikahan dini (stunting dan perlindungan anak).
- Menangani problem sosial keagamaan.
- Mewujudkan masyarakat yang bermartabat.
“Saya ingin APRI menjadi organisasi yang besar bukan hanya namanya, tapi besar dalam karya dan kontribusi nyata bagi umat,” pesannya.
Dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Gubernur Sulawesi Tengah, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten III, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk berjalan beriringan dengan PW APRI.
Pemerintah Provinsi memandang penghulu sebagai agen perubahan dalam pembangunan mental-spiritual masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap bekerja sama dalam berbagai bidang pembinaan umat. Kami berharap APRI terus meningkatkan profesionalisme dan integritas dalam pelayanan,” ungkapnya.
Acara diakhiri dengan pembukaan secara resmi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) III APRI Sulawesi Tengah oleh Asisten III mewakili Gubernur.
Rakerwil ini diproyeksikan akan menyusun program kerja strategis selama empat tahun ke depan, yang berfokus pada digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi penghulu, dan penguatan advokasi sosial di Bumi Tadulako. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id
- Sumber: Humas PW APRI Provinsi Sulawesi Tengah

Saat ini belum ada komentar