O2SN dan FLS3N Parigi Moutong 2026 Resmi Ditutup, Jadi Ajang Lahirkan Bibit Atlet dan Seniman Muda
- calendar_month Ming, 24 Mei 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar

PARIGI | Harian Sulawesi – Rangkaian kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Kegiatan yang dipusatkan di Kompleks Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong itu berlangsung selama tiga hari sejak pembukaan pada 22 Mei 2026. Sejumlah cabang lomba juga dilaksanakan di lokasi pertandingan masing-masing.
Ketua Panitia Pelaksana O2SN dan FLS3N 2026, Ibrahim, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga malam penutupan. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan minat, bakat, dan kreativitas siswa yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong.
“Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, dan sastra,” ujar Ibrahim.
Dia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan talenta peserta didik, membentuk karakter sportivitas dan kreativitas, sekaligus menyeleksi peserta terbaik untuk mewakili Kabupaten Parigi Moutong ke tingkat berikutnya.
Secara keseluruhan, kegiatan diikuti 130 sekolah dengan jumlah peserta sebanyak 234 siswa, terdiri dari 140 peserta O2SN dan 94 peserta FLS3N. Para peserta turut didampingi sekitar 100 guru pendamping.
Adapun cabang lomba O2SN meliputi senam, atletik, pencak silat, bulu tangkis, dan renang. Sementara cabang FLS3N terdiri dari menyanyi solo, tari, pantomim, menulis cerita, menggambar, dan bercerita.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, menyampaikan apresiasi atas semangat dan prestasi para peserta didik selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, O2SN dan FLS3N menjadi sarana penting dalam menggali potensi nonakademik siswa sejak usia dini.
“Anak-anak kita memiliki potensi yang luar biasa. Tidak semua harus menjadi sarjana atau magister untuk sukses. Ada yang berhasil melalui bakat olahraga dan seni yang mereka tekuni,” kata Sunarti.
Dirinya juga mengingatkan pentingnya dukungan sekolah dan guru dalam memfasilitasi siswa mengikuti ajang pengembangan bakat. Sunarti menyoroti masih adanya kecamatan yang belum mengirimkan peserta pada FLS3N, yakni Kecamatan Mepanga dan Kecamatan Moutong.
“Jangan sampai anak-anak yang sudah menyiapkan diri dan memiliki potensi justru kehilangan kesempatan karena tidak difasilitasi oleh sekolah atau gurunya,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur, yang hadir mewakili Bupati Parigi Moutong mengatakan O2SN dan FLS3N bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.
Menurutnya, melalui O2SN siswa belajar tentang disiplin, kerja keras, dan sportivitas. Sedangkan FLS3N menjadi ruang untuk mengekspresikan kreativitas, memperkuat kepekaan rasa, serta melestarikan budaya.
“Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan dunia pendidikan, olahraga, seni, dan budaya guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas,” ujar Adrudin. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id

Saat ini belum ada komentar