Wagub Reny Dukung Skema Khusus Pendidikan Dokter Spesialis
- calendar_month Ming, 10 Mei 2026
- visibility 97
- comment 0 komentar

F – Istimewa to@hariansulawesi
PALU, Harian Sulawesi – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, mendorong organisasi profesi dokter spesialis untuk mendukung kebijakan afirmasi pendidikan spesialis.
Kebijakan ini merupakan skema khusus dari pemerintah guna memperluas akses bagi putra daerah dan dokter yang berasal dari wilayah terpencil agar dapat menempuh pendidikan ke jenjang spesialis.
“Kalau ada anak daerah kita, sekolahkan menjadi dokter spesialis. Harapannya, setelah lulus mereka dapat kembali mengabdi di daerah asalnya masing-masing,” ujar Reny yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulawesi Tengah, saat menghadiri acara Pelantikan Pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Sulawesi Tengah periode 2025–2028 di Hotel BW Coco, Palu, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Reny, langkah strategis ini diperlukan untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga dokter spesialis yang masih terasa di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, khususnya daerah kepulauan.
Mantan wakil Walikota Palu ini mencontohkan Kabupaten Banggai Laut yang letaknya jauh dari Kota Palu, di mana jumlah dokter spesialis masih sangat terbatas karena belum semua tenaga medis bersedia ditempatkan di wilayah yang jauh dari pusat pelayanan.
“Sebagai dokter spesialis, haruslah memiliki jiwa pengabdian dan siap ditempatkan di mana saja. Tujuannya agar pelayanan kesehatan tersebar merata dan tidak hanya menumpuk di kota-kota besar saja,” pesan Reny.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran dokter spesialis anestesiologi memegang peranan sangat vital. Keberadaan mereka menjadi syarat terpenuhinya standar minimal pelayanan rumah sakit daerah, yang mewajibkan adanya empat layanan spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang, di mana layanan anestesiologi menjadi salah satu pilar utama yang tidak boleh kosong.
Selain pemenuhan jumlah tenaga, Wagub Reny juga menantang para dokter spesialis anestesi untuk terus meningkatkan kualifikasi ke jenjang pendidikan subspesialis.
Pemerintah provinsi menyediakan dukungan melalui program beasiswa BERANI Cerdas yang dapat dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan berprestasi.
“Jika berniat melanjutkan pendidikan ke subspesialis, silakan manfaatkan program BERANI Cerdas. Ini adalah upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan di daerah,” ajaknya.
Di kesempatan yang sama, Reny kembali mengingatkan mengenai inovasi program BERANI Sehat. Melalui program ini, masyarakat yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sulawesi Tengah tetap berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, meskipun belum memiliki BPJS Kesehatan atau status kepesertaannya sedang tidak aktif akibat tunggakan iuran.
“Jangan ragu atau takut menolong pasien, selama mereka memiliki KTP Sulawesi Tengah. Langsung saja daftarkan ke aplikasi SEHATI apabila ditemui status BPJS-nya tidak aktif. Pelayanan tetap harus diberikan,” tegasnya.
Dalam acara tersebut, dr. Imtihanah Amri, Sp.An-TI, Subsp.TI (K) resmi dilantik sebagai Ketua PERDATIN Sulawesi Tengah untuk masa bakti 2025–2028.
Pelantikan ini juga dihadiri langsung oleh Sekretaris Umum PERDATIN Pusat, dr. Ahmad Irfan, Sp.An-TI, serta diikuti oleh para dokter umum, dokter spesialis, direktur rumah sakit, dan berbagai mitra kerja terkait. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id
- Editor: Pde
- Sumber: (Ro Adpim Setdaprov Sulteng)

Saat ini belum ada komentar