Pemda Parigi Moutong Liburkan Sekolah Pascagempa Susulan
- calendar_month Rab, 17 Jun 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar

Foto : istimewa
PARIGI | Harian Sulawesi – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Rabu (17/6/2026).
Kebijakan tersebut diambil sebagai respons terhadap rentetan gempa bumi susulan yang masih terjadi sejak gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang wilayah itu sehari sebelumnya.
Keputusan meliburkan sekolah ditetapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parimo setelah berkoordinasi dengan Bupati Parimo, Erwin Burase, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdikbud Parimo, Ibrahim, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi sejak gempa pertama terjadi sebelum memutuskan menghentikan sementara aktivitas pembelajaran.
“Melihat kondisi tersebut, Kadisdikbud langsung berkoordinasi dengan Bapak Bupati, dan Bapak Bupati menyetujui untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar pada hari ini,” kata Ibrahim saat ditemui, Rabu.
Menurut Ibrahim, keputusan tersebut tidak akan mengganggu proses akademik karena para siswa telah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian semester dan saat ini hanya menunggu jadwal pembagian rapor.
Sesuai kalender pendidikan, pembagian rapor dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/6/2026), sebelum siswa memasuki masa libur akhir tahun ajaran 2025–2026.
Disdikbud Parimo juga masih akan mengevaluasi kondisi hingga Kamis (18/6/2026) untuk menentukan apakah kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan atau perlu diperpanjang masa liburnya.
“Untuk sementara, pelaksanaan pembelajaran diliburkan hari ini sambil melihat perkembangan kondisi hingga besok. Apabila sepanjang hari ini masih terjadi gempa susulan, maka besar kemungkinan besok juga akan kembali diliburkan,” ujar Ibrahim.
Selain itu, Disdikbud telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk melakukan asesmen mandiri terhadap kondisi bangunan sekolah dan segera melaporkan jika ditemukan kerusakan akibat gempa.
Hingga Rabu siang, pihak dinas baru menerima satu laporan kerusakan dari Kecamatan Tinombo.
Sebuah bangunan sekolah semi permanen berbentuk rumah panggung dilaporkan mengalami kemiringan akibat guncangan gempa.
“Sampai dengan semalam, baru satu sekolah tersebut yang melaporkan adanya kerusakan. Untuk kondisi hari ini, saya masih menunggu laporan terbaru,” kata Ibrahim.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan fasilitas pendidikan di wilayah perkotaan Parigi.
“Sementara itu, untuk wilayah kota, hingga saat ini belum ada laporan terkait kerusakan sekolah akibat gempa yang terjadi kemarin,” pungkasnya. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id
- Editor: Adelia Safitri
- Sumber: Disdik / @parimoaktual.com

Saat ini belum ada komentar