Astagfirullah.! Moutong di Kepung Banjir, Tiga Tanggul Jebol di Desa Salepae Belum Juga Tertangani
- calendar_month Ming, 10 Mei 2026
- visibility 317
- comment 0 komentar

MOUTONG, Harian Sulawesi – Banjir kembali menerjang wilayah Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (10/5/2026).
Ironisnya, tiga titik tanggul jebol di Desa Salepae yang menjadi pemicu meluasnya genangan hingga kini masih membutuhkan penanganan darurat.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Parigi Moutong, banjir terjadi di Desa Salepae dan Dusun I Desa Moutong Utara setelah hujan mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (9/5/2026).

“Hujan sempat berhenti pada malam hari dan kembali turun pada Minggu sekitar pukul 08.00 WITA sehingga menyebabkan banjir,” demikian laporan BPBD Parigi Moutong.
Di Desa Moutong Utara, sedikitnya tujuh kepala keluarga terdampak banjir. Sebanyak lima rumah di Dusun I dilaporkan tergenang dengan kategori rusak ringan.
Sementara di Desa Salepae, banjir diperparah oleh jebolnya tiga titik tanggul yang membuat air terus masuk ke permukiman, jalan desa hingga kawasan perkebunan warga.
BPBD menyebut hingga saat ini banjir belum surut meski hujan telah reda. Genangan masih merendam rumah warga dan lahan perkebunan masyarakat.
“Situasi akhir, hujan telah reda tetapi banjir belum surut. Banjir masih menggenangi permukiman dan perkebunan masyarakat,” tulis BPBD dalam laporannya.
BPBD Parigi Moutong mengaku telah berkoordinasi dengan aparat desa dan segera menurunkan alat berat ke Desa Salepae untuk menangani tanggul jebol.
Sementara itu, Pemerintah Desa Moutong Utara disebut telah lebih dulu mengerahkan alat berat untuk penanganan banjir di wilayah mereka.
Dalam laporan tersebut, BPBD menegaskan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah perbaikan dan penutupan tanggul jebol di Desa Salepae agar air tidak terus meluas ke area permukiman dan perkebunan warga.
Penanganan di lapangan melibatkan relawan TRC Kecamatan Moutong, TNI-Polri, aparat desa dan masyarakat setempat. Hingga kini, pendataan jumlah warga terdampak dan kerusakan lahan perkebunan masih terus dilakukan. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id
- Editor: Pde
- Sumber: BPBD Parigi Moutong

Saat ini belum ada komentar