Kemenag Tojo Una-Una Siapkan Penyaluran Bantuan Serentak untuk Yatim dan Disabilitas
- calendar_month Sab, 20 Jun 2026
- visibility 70
- comment 0 komentar

TOUNA | Harian Sulawesi – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tojo Una-Una mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), kepala Kantor Urusan Agama (KUA), kepala madrasah negeri, serta para pemangku kepentingan untuk menyukseskan Program Lebaran Yatim dan Disabilitas Tahun 2026.
Program nasional bertema “Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri” tersebut digelar dalam rangka menyambut Bulan Muharram 1448 Hijriah sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas.
Ajakan itu tertuang dalam surat pemberitahuan Kepala Kantor Kemenag Tojo Una-Una Nomor 559/KK.22.11/3/BA.09/6/2026 tertanggal 18 Juni 2026.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI dan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah.
Kepala Kantor Kemenag Tojo Una-Una, H. Muh. Syahruddin, mengatakan momentum Muharram menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Momentum Muharram merupakan saat yang tepat untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Melalui program ini, kita ingin menghadirkan kebahagiaan dan dukungan nyata bagi mereka,” ujar Syahruddin, Sabtu (20/6/2026).
Kemenag Tojo Una-Una menjadwalkan pengumpulan paket sembako dari seluruh satuan kerja, KUA, dan madrasah negeri pada 22 hingga 24 Juni 2026.
Seluruh bantuan yang terkumpul akan disalurkan secara serentak pada 25 Juni 2026 bersamaan dengan pelaksanaan program di tingkat nasional.
Untuk tingkat kabupaten, pusat kegiatan penyaluran bantuan akan dipusatkan di Kantor Kemenag Tojo Una-Una.
Program Lebaran Yatim dan Disabilitas merupakan agenda nasional Kementerian Agama yang bertujuan memberikan dukungan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas melalui bantuan sosial dan layanan keagamaan yang inklusif.
Selain membantu penerima manfaat, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi umat.
Syahruddin menegaskan keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, melainkan dari tumbuhnya semangat gotong royong, kepedulian, dan empati di tengah masyarakat.
Ia berharap seluruh keluarga besar Kementerian Agama di Tojo Una-Una dapat berpartisipasi aktif sehingga program tersebut membawa manfaat dan keberkahan bagi para penerima.
“Yang terpenting adalah tumbuhnya rasa kepedulian dan kebersamaan. Semoga partisipasi seluruh keluarga besar Kemenag menjadi amal kebaikan yang membawa manfaat bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas,” katanya. (**)
- Penulis: H. Sam Asiku
- Editor: Sumardin (Pde)
- Sumber: Kemenag Tojo Una Una

Saat ini belum ada komentar