Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Daerah » Ambisi Jadi Raja Durian Dunia, Sulteng Bidik 100.000 Hektar Kebun dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Ambisi Jadi Raja Durian Dunia, Sulteng Bidik 100.000 Hektar Kebun dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

PARIGI | Harian Sulawesi – Cita-cita Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi “raja durian dunia” dinilai bukan sekadar slogan. Untuk mewujudkan target tersebut, Sulteng disebut membutuhkan sedikitnya 100.000 hektar perkebunan durian yang dikelola secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Parigi Moutong, Hengky Idrus, SP., M.Si., mengatakan pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menerima kunjungan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, beberapa waktu lalu merupakan sinyal kuat bahwa sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Untuk menjadi raja durian dunia, Sulawesi Tengah harus memiliki minimal sekitar 100.000 hektar perkebunan durian, baik yang dikelola petani rakyat, perusahaan swasta maupun perusahaan daerah,” kata Hengky, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil jika menjadi agenda bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di seluruh Sulawesi Tengah.

Menurut Hengky, kebutuhan lahan seluas 100.000 hektar dapat dibagi secara proporsional sesuai ketersediaan lahan di 12 kabupaten.

Selain itu, petani juga dapat didorong menanam durian pada lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau program ini dijalankan bersama-sama, saya yakin bisa terealisasi. Petani juga perlu digerakkan untuk menanam durian di lahan mereka yang belum diolah,” ujarnya.

Tantang Dominasi Thailand

Hengky optimistis Sulawesi Tengah mampu bersaing dengan negara-negara eksportir durian terbesar dunia, termasuk Thailand, apabila target luasan kebun tersebut tercapai.

Dirinya memperkirakan setiap hektar kebun durian rata-rata mampu menghasilkan sekitar 10 ton buah per tahun. Bahkan, dengan perawatan yang baik, produktivitasnya dapat mencapai 18 ton per hektar.

“Bila Sulawesi Tengah berhasil membuka dan mengelola 100.000 hektar perkebunan durian, Insya Allah kita bisa mengalahkan Thailand yang selama ini dikenal sebagai salah satu eksportir durian terbesar dunia,” katanya.

Potensi Serap 30.000 Tenaga Kerja

Selain berpotensi meningkatkan nilai ekspor, pengembangan perkebunan durian skala besar juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Hengky menjelaskan, pengelolaan 100.000 hektar kebun durian berbasis agroindustri setidaknya membutuhkan sekitar 100 unit packing house atau rumah kemas.

Setiap packing house diperkirakan mempekerjakan sekitar 300 pekerja.

“Artinya, khusus di sektor packing house saja bisa menyerap sekitar 30.000 tenaga kerja. Belum termasuk pekerja di bidang pemeliharaan kebun, pemetikan buah, hingga sektor pendukung lainnya,” jelasnya.

Hengky bilang, aktivitas ekonomi yang tercipta dari industri durian juga akan menggerakkan usaha mikro dan kecil di desa-desa sekitar kawasan perkebunan, mulai dari penyediaan makanan, minuman hingga kebutuhan jasa lainnya.

Luas Kebun Saat Ini Baru 36.000 Hektar

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah, luas perkebunan durian di daerah tersebut saat ini sekitar 36.000 hektar.

Namun dari total luasan itu, baru sekitar 12.000 hektar yang telah memasuki masa produksi.

“Khusus Kabupaten Parigi Moutong yang pernah kami data, luas kebun durian sekitar 1.114 hektar,” kata Hengky.

Ekspor Durian Beku Tembus Rp 490 Miliar

Prospek pengembangan durian Sulawesi Tengah semakin terbuka setelah produk durian beku dari daerah itu berhasil menembus pasar internasional, khususnya Tiongkok.

Data hingga pekan kedua Mei 2026 menunjukkan pengusaha Sulawesi Tengah telah mengekspor durian beku sebanyak 6.615 ton atau setara 245 kontainer.

Nilai ekspor tersebut mencapai sekitar Rp 490 miliar.

Capaian itu dinilai menjadi modal penting bagi Sulawesi Tengah untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi dan ekspor durian nasional, sekaligus mewujudkan ambisi menjadi pusat industri durian terbesar di dunia. (**)

  • Penulis: Sumardin (Pde)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Ijazah Palsu Calon Kades Timbolo, Kapolres Tolitoli Perintahkan Penyidik “Menjemput Bola”

    Dugaan Ijazah Palsu Calon Kades Timbolo, Kapolres Tolitoli Perintahkan Penyidik “Menjemput Bola”

    • calendar_month Rab, 5 Agu 2026
    • account_circle Mahdi Rumi
    • visibility 1.179
    • 0Komentar

    Ket: ARDAN Ketua Forum Lintas pemuda Tolitoli. (f-dokumen) TOLITOLI, Sulteng – Dugaan penggunaan ijazah bermasalah oleh calon Kepala Desa Timbolo, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, kembali menjadi sorotan. Ketua Forum Lintas Pemuda Tolitoli, Ardan, meminta kepolisian menangani laporan masyarakat secara profesional dan tidak menunda penanganan perkara yang dilaporkan sejak 27 Juli 2026 tersebut. Menurut Ardan, […]

  • Babinsa, BPBD, dan Warga Pasang Geobag untuk Cegah Abrasi Sungai di Torue

    Babinsa, BPBD, dan Warga Pasang Geobag untuk Cegah Abrasi Sungai di Torue

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle Risman
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Foto : istimewa TORUE | Harian Sulawesi – Upaya pencegahan pengikisan bantaran Sungai Sampoloe di Dusun V, Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, dilakukan melalui pemasangan geobag pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 08.00 Wita. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pemerintah Desa Torue, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, mahasiswa […]

  • Gadis Difabel di Tolitoli Diduga Dicabuli Kakek dalam Mobil, Polisi Masih Selidiki

    Gadis Difabel di Tolitoli Diduga Dicabuli Kakek dalam Mobil, Polisi Masih Selidiki

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle Mahdi Rumi
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Ket: HJ terduga pelaku saat masih berada dalam sel tahanan Polsek Dondo (f-ist) TOLITOLI, Sulawesi Tengah – Seorang gadis penyandang disabilitas berinisial ST (18) di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pria lanjut usia berinisial HJ. Dugaan pencabulan itu disebut terjadi di dalam mobil milik terlapor. Kasus tersebut telah dilaporkan pihak […]

  • Pemkab Parigi Moutong Dorong Budaya Literasi Lewat Lomba Bertutur 2026

    Pemkab Parigi Moutong Dorong Budaya Literasi Lewat Lomba Bertutur 2026

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Foto: istimewa PARIGI MOUTONG, Sulteng – Lomba Bertutur Tingkat SD/Sederajat Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026 resmi dibuka di Aula Literasi Lantai II Gedung Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Parigi Moutong, Senin (10/8/2026). Bupati Parigi Moutong melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yusnaeni mengapresiasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta panitia yang telah menyelenggarakan lomba […]

  • Hotspot Bergeser ke Sumatera, Menhut Raja Antoni: Data Karhutla Sangat Dinamis

    Hotspot Bergeser ke Sumatera, Menhut Raja Antoni: Data Karhutla Sangat Dinamis

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle Azmi Hidzaki (Jakarta)
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Foto: istimewa KUBURAYA, Kalbar – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni kembali turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kali ini di Kalimantan Barat. Menhut Raja Antoni mengatakan saat ini titik hotspot di Kalbar mengalami penurunan. Demikian pernyataan Menhut Raja Antoni saat melakukan pengecekkan di Rasau Jaya Satu, kabupaten kubu raya, Kalimantan Barat (Kalbar), […]

  • Pelaku Pencurian Kos BTN Nusagriya Dibekuk Tim URC Polres Banggai

    Pelaku Pencurian Kos BTN Nusagriya Dibekuk Tim URC Polres Banggai

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle Yunai
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Ket: Pelaku pencurian bersama barang bukti diamankan Tim URC Polres Banggai. (Foto: Humas Polres Banggai) LUWUK | Harian Sulawesi – Seorang pelaku pencurian di kos-kos BTN Nusagriya Luwuk, berhasil digelandang Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Banggai dalam operasi yang digelar, Senin (13/7) sore. Pelaku berinisial SN (32) diduga kuat terlibat dalam kejahatan yang telah meresahkan […]

error: Content is protected !!
expand_less