Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Daerah » Ambisi Jadi Raja Durian Dunia, Sulteng Bidik 100.000 Hektar Kebun dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Ambisi Jadi Raja Durian Dunia, Sulteng Bidik 100.000 Hektar Kebun dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

PARIGI | Harian Sulawesi – Cita-cita Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi “raja durian dunia” dinilai bukan sekadar slogan. Untuk mewujudkan target tersebut, Sulteng disebut membutuhkan sedikitnya 100.000 hektar perkebunan durian yang dikelola secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Parigi Moutong, Hengky Idrus, SP., M.Si., mengatakan pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menerima kunjungan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, beberapa waktu lalu merupakan sinyal kuat bahwa sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Untuk menjadi raja durian dunia, Sulawesi Tengah harus memiliki minimal sekitar 100.000 hektar perkebunan durian, baik yang dikelola petani rakyat, perusahaan swasta maupun perusahaan daerah,” kata Hengky, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil jika menjadi agenda bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di seluruh Sulawesi Tengah.

Menurut Hengky, kebutuhan lahan seluas 100.000 hektar dapat dibagi secara proporsional sesuai ketersediaan lahan di 12 kabupaten.

Selain itu, petani juga dapat didorong menanam durian pada lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau program ini dijalankan bersama-sama, saya yakin bisa terealisasi. Petani juga perlu digerakkan untuk menanam durian di lahan mereka yang belum diolah,” ujarnya.

Tantang Dominasi Thailand

Hengky optimistis Sulawesi Tengah mampu bersaing dengan negara-negara eksportir durian terbesar dunia, termasuk Thailand, apabila target luasan kebun tersebut tercapai.

Dirinya memperkirakan setiap hektar kebun durian rata-rata mampu menghasilkan sekitar 10 ton buah per tahun. Bahkan, dengan perawatan yang baik, produktivitasnya dapat mencapai 18 ton per hektar.

“Bila Sulawesi Tengah berhasil membuka dan mengelola 100.000 hektar perkebunan durian, Insya Allah kita bisa mengalahkan Thailand yang selama ini dikenal sebagai salah satu eksportir durian terbesar dunia,” katanya.

Potensi Serap 30.000 Tenaga Kerja

Selain berpotensi meningkatkan nilai ekspor, pengembangan perkebunan durian skala besar juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Hengky menjelaskan, pengelolaan 100.000 hektar kebun durian berbasis agroindustri setidaknya membutuhkan sekitar 100 unit packing house atau rumah kemas.

Setiap packing house diperkirakan mempekerjakan sekitar 300 pekerja.

“Artinya, khusus di sektor packing house saja bisa menyerap sekitar 30.000 tenaga kerja. Belum termasuk pekerja di bidang pemeliharaan kebun, pemetikan buah, hingga sektor pendukung lainnya,” jelasnya.

Hengky bilang, aktivitas ekonomi yang tercipta dari industri durian juga akan menggerakkan usaha mikro dan kecil di desa-desa sekitar kawasan perkebunan, mulai dari penyediaan makanan, minuman hingga kebutuhan jasa lainnya.

Luas Kebun Saat Ini Baru 36.000 Hektar

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah, luas perkebunan durian di daerah tersebut saat ini sekitar 36.000 hektar.

Namun dari total luasan itu, baru sekitar 12.000 hektar yang telah memasuki masa produksi.

“Khusus Kabupaten Parigi Moutong yang pernah kami data, luas kebun durian sekitar 1.114 hektar,” kata Hengky.

Ekspor Durian Beku Tembus Rp 490 Miliar

Prospek pengembangan durian Sulawesi Tengah semakin terbuka setelah produk durian beku dari daerah itu berhasil menembus pasar internasional, khususnya Tiongkok.

Data hingga pekan kedua Mei 2026 menunjukkan pengusaha Sulawesi Tengah telah mengekspor durian beku sebanyak 6.615 ton atau setara 245 kontainer.

Nilai ekspor tersebut mencapai sekitar Rp 490 miliar.

Capaian itu dinilai menjadi modal penting bagi Sulawesi Tengah untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi dan ekspor durian nasional, sekaligus mewujudkan ambisi menjadi pusat industri durian terbesar di dunia. (**)

  • Penulis: Sumardin (Pde)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Penanam Pisang Candavis mulai Mendapat Perhatian di Tojo Una Una 

    Program Penanam Pisang Candavis mulai Mendapat Perhatian di Tojo Una Una 

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Foto : H. Sam Asiku for @hariansulawesi TOUNA | H.Mahmud Lahay: Berkas petani tahab satu sedang On proses, dijadwalkan Sabtu 16 Mei akan dilaksanakan penanaman perdana pisang cavendish oleh ketua utama Alkhairaat Tidak Lanjut Program Pengembangan Ekonomi Hijau berkelanjutan dalam topik “Penguatan Ketahanan pangan dan Ekonomi Hijau melalui pengembangan Kebun Buah Tropis premium Pisang Cavendish […]

  • Sekda Zulfinasran Tegas: Tidak Ada Jual Beli Jabatan di Parigi Moutong, Siapa Terlibat Dikenakan Sanksi Maksimal

    Sekda Zulfinasran Tegas: Tidak Ada Jual Beli Jabatan di Parigi Moutong, Siapa Terlibat Dikenakan Sanksi Maksimal

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 31
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG, Sulteng – Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, menegaskan sikap tegas pemerintah daerah terhadap praktik jual beli jabatan yang belakangan kembali menjadi sorotan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin apel perdana ASN pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah di lingkungan Kantor Bupati Parigi Moutong, Rabu (25/3/2026). Dalam arahannya, Sekda […]

  • Gelar Coffe Morning, Bawaslu Bangun Komunikasi Berkelanjutan dengan Media

    Gelar Coffe Morning, Bawaslu Bangun Komunikasi Berkelanjutan dengan Media

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Ket: Coffe Morning Bawaslu bersama Media. (Foto: yunai) Luwuk, Sulawesi Tengah – Bersama wartawan di Kabupaten Banggai, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Banggai menggelar coffe morning, Rabu (6/5) pagi. Coffe morning yang digelar di kantor Bawaslu Banggai, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya. Kegiatan itu melibatkan PWI Banggai, yang saat ini diketuai oleh Abdul Saleh. Digelarnya […]

  • Sosialisasi Penilaian Mandiri Pemerintahan Digital, Parigi Moutong Kejar Target Sebelum 7 Agustus

    Sosialisasi Penilaian Mandiri Pemerintahan Digital, Parigi Moutong Kejar Target Sebelum 7 Agustus

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 71
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan sosialisasi penilaian mandiri dan evaluasi pemerintahan digital daerah di Ruang Rapat Dinas Kominfo, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari lingkungan Dinas Kominfo serta diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah secara langsung dan perwakilan 23 kecamatan melalui daring. Asisten III Bidang Administrasi […]

  • Fraksi NasDem Setujui KUA-PPAS 2027, Tapi Peringatkan: Kebocoran Retribusi Ancam Pendapatan Daerah

    Fraksi NasDem Setujui KUA-PPAS 2027, Tapi Peringatkan: Kebocoran Retribusi Ancam Pendapatan Daerah

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Foto: istimewa PARIGI MOUTONG, Sulteng – Fraksi Partai NasDem DPRD Parigi Moutong menyetujui Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. Namun persetujuan itu disertai catatan kritis: potensi kebocoran pendapatan, terutama di sektor retribusi, dinilai masih besar dan harus segera ditutup. Sidang Paripurna Masa Persidangan III Tahun 2026 menyepakati proyeksi pendapatan […]

  • Praperadilan Dimenangkan, Status Tersangka Brigadir Yasir Gugur, Umar Sagala Minta Publik Percaya Proses Hukum

    Praperadilan Dimenangkan, Status Tersangka Brigadir Yasir Gugur, Umar Sagala Minta Publik Percaya Proses Hukum

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle Azmi Hidzaki
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Foto: istimewa LABUHANBATU SELATAN, Sumut – Status tersangka Brigadir Yasir Mukhtadi Lubis dalam kasus dugaan korupsi bantuan sosial di Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) gugur setelah yang bersangkutan memenangkan gugatan praperadilan. Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Labusel menetapkan Yasir sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi bantuan sosial dengan nilai sekitar Rp 1,9 miliar. Namun, melalui […]

error: Content is protected !!
expand_less