Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ambisi Jadi Raja Durian Dunia, Sulteng Bidik 100.000 Hektar Kebun dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Ambisi Jadi Raja Durian Dunia, Sulteng Bidik 100.000 Hektar Kebun dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
  • visibility 61
  • comment 0 komentar

PARIGI | Harian Sulawesi Cita-cita Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi “raja durian dunia” dinilai bukan sekadar slogan. Untuk mewujudkan target tersebut, Sulteng disebut membutuhkan sedikitnya 100.000 hektar perkebunan durian yang dikelola secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Parigi Moutong, Hengky Idrus, SP., M.Si., mengatakan pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat menerima kunjungan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, beberapa waktu lalu merupakan sinyal kuat bahwa sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

“Untuk menjadi raja durian dunia, Sulawesi Tengah harus memiliki minimal sekitar 100.000 hektar perkebunan durian, baik yang dikelola petani rakyat, perusahaan swasta maupun perusahaan daerah,” kata Hengky, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, target tersebut bukan sesuatu yang mustahil jika menjadi agenda bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten di seluruh Sulawesi Tengah.

Menurut Hengky, kebutuhan lahan seluas 100.000 hektar dapat dibagi secara proporsional sesuai ketersediaan lahan di 12 kabupaten.

Selain itu, petani juga dapat didorong menanam durian pada lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau program ini dijalankan bersama-sama, saya yakin bisa terealisasi. Petani juga perlu digerakkan untuk menanam durian di lahan mereka yang belum diolah,” ujarnya.

Tantang Dominasi Thailand

Hengky optimistis Sulawesi Tengah mampu bersaing dengan negara-negara eksportir durian terbesar dunia, termasuk Thailand, apabila target luasan kebun tersebut tercapai.

Dirinya memperkirakan setiap hektar kebun durian rata-rata mampu menghasilkan sekitar 10 ton buah per tahun. Bahkan, dengan perawatan yang baik, produktivitasnya dapat mencapai 18 ton per hektar.

“Bila Sulawesi Tengah berhasil membuka dan mengelola 100.000 hektar perkebunan durian, Insya Allah kita bisa mengalahkan Thailand yang selama ini dikenal sebagai salah satu eksportir durian terbesar dunia,” katanya.

Potensi Serap 30.000 Tenaga Kerja

Selain berpotensi meningkatkan nilai ekspor, pengembangan perkebunan durian skala besar juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Hengky menjelaskan, pengelolaan 100.000 hektar kebun durian berbasis agroindustri setidaknya membutuhkan sekitar 100 unit packing house atau rumah kemas.

Setiap packing house diperkirakan mempekerjakan sekitar 300 pekerja.

“Artinya, khusus di sektor packing house saja bisa menyerap sekitar 30.000 tenaga kerja. Belum termasuk pekerja di bidang pemeliharaan kebun, pemetikan buah, hingga sektor pendukung lainnya,” jelasnya.

Hengky bilang, aktivitas ekonomi yang tercipta dari industri durian juga akan menggerakkan usaha mikro dan kecil di desa-desa sekitar kawasan perkebunan, mulai dari penyediaan makanan, minuman hingga kebutuhan jasa lainnya.

Luas Kebun Saat Ini Baru 36.000 Hektar

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah, luas perkebunan durian di daerah tersebut saat ini sekitar 36.000 hektar.

Namun dari total luasan itu, baru sekitar 12.000 hektar yang telah memasuki masa produksi.

“Khusus Kabupaten Parigi Moutong yang pernah kami data, luas kebun durian sekitar 1.114 hektar,” kata Hengky.

Ekspor Durian Beku Tembus Rp 490 Miliar

Prospek pengembangan durian Sulawesi Tengah semakin terbuka setelah produk durian beku dari daerah itu berhasil menembus pasar internasional, khususnya Tiongkok.

Data hingga pekan kedua Mei 2026 menunjukkan pengusaha Sulawesi Tengah telah mengekspor durian beku sebanyak 6.615 ton atau setara 245 kontainer.

Nilai ekspor tersebut mencapai sekitar Rp 490 miliar.

Capaian itu dinilai menjadi modal penting bagi Sulawesi Tengah untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi dan ekspor durian nasional, sekaligus mewujudkan ambisi menjadi pusat industri durian terbesar di dunia. (**)

  • Penulis: Sumardin (Pde)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Parigi Moutong Jalin Kerja Sama dengan BPKP Sulawesi Tengah

    Pemkab Parigi Moutong Jalin Kerja Sama dengan BPKP Sulawesi Tengah

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 121
    • 0Komentar

    PALU, Sulawesi Tengah – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menjalin kerja sama dengan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tengah yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Kantor BPKP Sulteng, Palu, Rabu (6/5/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bersama Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah, Agus Yulianto. Bupati Erwin […]

  • Ketua DPRD Parigi Moutong Puji Peran KADIN dan APDURIN Menggerakkan Investasi Durian

    Ketua DPRD Parigi Moutong Puji Peran KADIN dan APDURIN Menggerakkan Investasi Durian

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 33
    • 0Komentar

    PARIGI, Harian Sulawesi – Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Alfred Tongiro, menyampaikan apresiasi terhadap peran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) bersama Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN). Hal ini dinilai aktif mendorong investasi di sektor durian sekaligus mempromosikan potensi komoditas unggulan daerah hingga dikenal di pasar internasional. Menurut Alfred Tongiro, berbagai upaya yang dilakukan kedua organisasi […]

  • Bupati Parimo Temui Wamensos, Usulkan Daerah Masuk Tahap III Program Sekolah Rakyat

    Bupati Parimo Temui Wamensos, Usulkan Daerah Masuk Tahap III Program Sekolah Rakyat

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Foto : Prokopim Pemda to@hariansulawesi JAKARTA, Harian Sulawesi – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, melakukan audiensi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia sekaligus menyerahkan dokumen readiness criteria program Sekolah Rakyat kepada Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, Senin (11/5/2026), di Gedung Kementerian Sosial RI, Jakarta Pusat. Audiensi tersebut membahas percepatan pembangunan program Sekolah Rakyat sebagai […]

  • Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Banggai Gandeng Mahasiswa dan Pelajar

    Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Banggai Gandeng Mahasiswa dan Pelajar

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Foto: Dok. Bawaslu Banggai for @hariansulawesi LUWUK, Harian Sulawesi – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banggai menggandeng kader-kader muda yakni mahasiswa dan pelajar SMA/Sederajat, pada kegiatan sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Rabu (13/5) pagi. Kegiatan yang digelar di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Banggai itu, dilaksanakan dalam rangka upaya strategis untuk memperluas jangkauan pengawasan. Kegiatan ini dihadiri langsung […]

  • Polres Tojo Una-Una Gelar Sosialisasi Bahaya Kanker dan Tumor

    Polres Tojo Una-Una Gelar Sosialisasi Bahaya Kanker dan Tumor

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 32
    • 0Komentar

    TOUNA | Harian Sulawesi – Kepolisian Resor Tojo Una-Una menggelar sosialisasi kesehatan mengenai bahaya penyakit kanker dan tumor di Aula Bhakti Satria Polres Tojo Una-Una, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) yang dipimpin oleh Paldano, Amd, FT. Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Wakapolres Tojo Una-Una Kompol Junus Djoni […]

  • PABKI Sulteng Bentuk Central Celebes Throwing Club, Siapkan Atlet Menuju FORNAS 2027 di Palu

    PABKI Sulteng Bentuk Central Celebes Throwing Club, Siapkan Atlet Menuju FORNAS 2027 di Palu

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle Muhamad Ryan Putra, S.S
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PALU | Harian Sulawesi – Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) Provinsi Sulawesi Tengah resmi membentuk Central Celebes Throwing Club (CCTC) Palu pada Jumat (5/6/2026). Pembentukan klub ini menjadi langkah awal pembinaan atlet sekaligus bentuk keseriusan PABKI Sulteng dalam mempersiapkan kontingen menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VII 2027 yang akan digelar di Kota […]

error: Content is protected !!
expand_less