Gufran Ahmad Luncurkan “KADIN BERANI”, Usung Transformasi Dunia Usaha Sulawesi Tengah
- calendar_month Sen, 18 Mei 2026
- visibility 142
- comment 0 komentar

PALU | Harian Sulawesi – Gagasan bertajuk “KADIN BERANI” resmi diperkenalkan sebagai konsep baru penguatan dunia usaha di Sulawesi Tengah. Program yang digagas Gufran Ahmad itu diarahkan untuk membangun ekosistem investasi yang mandiri, modern, dan kolaboratif melalui transformasi organisasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah.
Dalam dokumen visi dan misinya, Gufran menegaskan KADIN harus bertransformasi menjadi pusat pelayanan bisnis yang mampu menjembatani kepentingan pelaku usaha, investor, dan pemerintah daerah. Menurut dia, organisasi pengusaha tidak boleh hanya menjadi simbol formal, tetapi harus hadir sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah.
“Visi utama KADIN BERANI adalah menjadikan KADIN sebagai rumah besar dunia usaha yang mampu menciptakan ekosistem investasi mandiri dan kolaboratif demi menunjang pembangunan ekonomi Sulawesi Tengah,” demikian isi dokumen tersebut.
Untuk mewujudkan visi itu, KADIN BERANI menyiapkan lima misi strategis, yakni revitalisasi organisasi, restrukturisasi kepengurusan, pembangunan sistem informasi bisnis, mediasi investasi, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah.
Salah satu program utama yang diusung adalah revitalisasi “Rumah Besar” KADIN melalui modernisasi kantor, pembenahan tata kelola organisasi, peningkatan pelayanan anggota, serta penguatan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan organisasi.
Selain pembenahan internal, KADIN BERANI juga mendorong transformasi digital melalui pembangunan sistem informasi bisnis KADIN Sulawesi Tengah. Program itu mencakup pengembangan platform digital, pusat layanan informasi usaha, forum bisnis, hingga optimalisasi media sosial untuk mendukung distribusi informasi kepada pelaku usaha.
Di sektor investasi, Gufran menempatkan KADIN sebagai mediator strategis dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi investor maupun pelaku usaha lokal, mulai dari perizinan, konflik lahan, hingga hambatan regulasi. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan antara investor dan pelaku UMKM agar pertumbuhan ekonomi daerah lebih inklusif.
Tak hanya itu, KADIN BERANI turut menggagas program “Satu Rumah Satu Pengusaha” yang ditargetkan diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru sekaligus memperkuat basis ekonomi masyarakat di daerah. (**)
- Penulis: Pde

Saat ini belum ada komentar