Jambore PKB/PLKB di Touna, Gubernur Sulteng Tekankan Penyuluh Harus Makin Profesional
- calendar_month Kam, 30 Jul 2026
- visibility 59
- comment 0 komentar

Foto: istimewa
TOJO UNA-UNA, Sulteng – Jambore Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) dan Peringatan Hari Kependudukan Dunia Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 resmi digelar di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna).
Kegiatan yang mengusung tema “Menyelaraskan Langkah Menuju Sulteng Nambaso” itu dibuka Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulteng, drg. Herry Mulyadi, di Aula Marina Cottage, Ampana, Rabu (29/7/2026).
Jambore tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas, profesionalisme, sekaligus sinergi para penyuluh KB dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.
Kegiatan diawali parade kontingen PKB/PLKB yang menampilkan kreativitas dan kekhasan budaya masing-masing daerah sebagai simbol kebersamaan dalam menyukseskan Program Bangga Kencana.
Asisten III Setda Kabupaten Tojo Una-Una, Alimudin Muhammad, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Touna sebagai tuan rumah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mempererat silaturahmi para penyuluh KB, tetapi juga memberi dampak positif terhadap daerah melalui promosi potensi wisata dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, mengapresiasi dukungan Pemkab Tojo Una-Una yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat dalam mendukung pelaksanaan program kependudukan dan pembangunan keluarga di Sulawesi Tengah.
Dalam sambutan Gubernur Sulteng yang dibacakan drg. Herry Mulyadi, ditegaskan bahwa jambore tidak boleh hanya menjadi ajang pertemuan antarp penyuluh.
Jambore diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman, bertukar inovasi, memperkuat jejaring kerja, serta melahirkan gagasan baru dalam menjawab tantangan pembangunan keluarga di masa mendatang.
“Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, saya yakin para penyuluh keluarga berencana akan semakin profesional dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat menuju terwujudnya Sulawesi Tengah yang lebih maju dan sejahtera,” demikian pesan Gubernur.
Kegiatan juga diisi dengan penandatanganan Deklarasi Pencegahan Perkawinan Anak oleh sejumlah pihak, termasuk Dinas P2KB Sulteng, Kemendukbangga/BKKBN Sulteng, Pemkab Touna, Forkopimda, dan TP-PKK Touna.
Pada kesempatan itu turut diumumkan penerima penghargaan Indeks Program Keluarga Berencana (IPKB) kategori Program Bangga Kencana Terbaik yang diraih Kabupaten Banggai, Kota Palu, dan Kabupaten Sigi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan ke Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di TK Aisyiyah Bustanul Athfal Ampana.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan keluarga di Sulawesi Tengah. (**)
- Penulis: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar