Hengky: Jaga Kualitas Buah Kunci Pertahankan Pasar Ekspor Durian Sulteng
- calendar_month Ming, 26 Jul 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar

Foto: istimewa
CHENGDU, Tiongkok – Ketua Asosiasi Pekebun Durian Indonesia (APDURIN) Provinsi Sulawesi Tengah, Hengky Idrus, SP., M.Si., mengingatkan seluruh pekebun durian untuk menjaga kualitas buah sejak proses budidaya di kebun.
Hal itu dinilai sebagai kunci utama mempertahankan kepercayaan pasar ekspor, khususnya Republik Rakyat Tiongkok.
Menurut Hengky, peningkatan ekspor durian Sulawesi Tengah yang terjadi saat ini merupakan hasil kerja keras petani, pemerintah, dan pelaku usaha. Capaian tersebut harus terus dijaga melalui penerapan cara budidaya yang baik serta pemenuhan standar mutu yang berlaku secara internasional.
“Pasar internasional sangat ketat terhadap standar mutu. Sedikit saja kualitas menurun atau ditemukan residu yang tidak memenuhi ketentuan, dampaknya dapat memengaruhi kepercayaan pasar terhadap durian Sulawesi Tengah,” ujarnya di Chengdu, Sichuan, Minggu (26/7/2026).
Sebagai bentuk komitmen memperkuat rantai pasok durian daerah ke pasar Tiongkok, APDURIN Sulawesi Tengah pada 22 Juli 2026 di Distrik Qingbaijiang, Kota Chengdu, menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama Strategis dengan Jiangmen Aike Food Co., Ltd. dan Qingdao Liuxi’er Brand Management Co., Ltd.
Melalui kerja sama tersebut, APDURIN akan mengoordinasikan pasokan durian dari kebun-kebun anggota secara stabil, berkualitas, legal, dan dapat ditelusuri. Asosiasi juga akan mendorong kebun dan rumah kemasan memenuhi registrasi sesuai persyaratan Administrasi Kepabeanan Republik Rakyat Tiongkok.
Ruang lingkup kerja sama itu tidak hanya menjamin kontinuitas pasokan, tetapi juga mencakup penyelarasan standar mutu, sistem ketertelusuran produk dari hulu hingga hilir, penguatan promosi dan pembangunan merek Durian Sulawesi Tengah, pertukaran informasi pasar, serta penyusunan target pasokan dan promosi secara berkelanjutan.
“Kerja sama ini bukan sekadar membuka akses perdagangan, tetapi membangun sistem pasokan durian Sulawesi Tengah yang profesional, berstandar internasional, dan mampu memenuhi kebutuhan pasar Tiongkok secara berkelanjutan,” kata Hengky.
Dia menegaskan penggunaan pupuk, pestisida, dan obat-obatan pertanian harus mengikuti rekomendasi serta dosis yang tepat agar kualitas buah tetap terjaga dan aman dikonsumsi. Seluruh petani juga diajak menerapkan praktik pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices agar mampu bersaing dengan negara produsen durian lainnya di dunia.
“Reputasi dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa hilang hanya karena kualitas yang tidak dijaga. Oleh sebab itu, mari kita rawat kebun dengan baik, panen pada tingkat kematangan yang tepat, serta jaga mutu buah hingga sampai ke tangan konsumen di Tiongkok. Jika kualitas terjaga, ekspor akan meningkat, investasi akan datang, dan kesejahteraan petani ikut tumbuh,” tegasnya.
APDURIN Sulawesi Tengah optimistis, dengan kualitas yang konsisten, standar yang semakin diperkuat, serta kemitraan strategis dengan perusahaan di Tiongkok, durian daerah akan semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional.(**)
- Penulis: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar