Kadin Parimo Perkuat Sinergi dengan Kadin Sulteng demi Ekonomi Masyarakat Lokal
- calendar_month Kam, 21 Mei 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar

PALU | Harian Sulawesi – Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat membangun konektivitas program kerja dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri Sulawesi Tengah periode 2026–2031 guna memperkuat perekonomian daerah berbasis masyarakat lokal.
Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, mengatakan langkah sinkronisasi dilakukan karena adanya kesamaan visi antara Kadin Parimo dan Kadin Sulteng dalam membangun ekonomi kerakyatan.
“Kami melihat ada keselarasan yang sangat kuat, maka kami memaksimalkan kombinasi program dengan Kadin Sulteng,” kata Faradiba di Palu, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, visi utama Kadin Parimo periode 2026–2031 adalah menciptakan wirausaha lokal mandiri melalui program “satu rumah satu pengusaha”. Program itu dijalankan melalui penguatan potensi lokal, pemberdayaan UMKM, pengembangan komoditas ekspor, hingga transformasi digital.
Menurut Faradiba, arah kebijakan tersebut sejalan dengan konsep “Kadin Berani” yang diusung Ketua Kadin Sulteng terpilih, Gufran Ahmad. Konsep itu menitikberatkan pada keberanian membela kepentingan pengusaha lokal dan membangun sinergi bersama pemerintah.
“Kadin Sulteng juga berkomitmen menciptakan ekonomi kerakyatan berbasis masyarakat lokal lewat program satu rumah satu pengusaha. Visi besar kami sejalan dengan program yang mereka usung,” ujarnya.
Faradiba menilai kesamaan arah kebijakan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat dunia usaha di tingkat daerah. Karena itu, pihaknya ingin memastikan program kewirausahaan masyarakat dapat berjalan lebih masif dan berkelanjutan.
Selain memperkuat struktur organisasi sebagai mitra strategis pemerintah daerah, Kadin Parimo juga fokus mengembangkan sektor ekspor durian ke Tiongkok.
Upaya itu dilakukan dengan memperkuat sektor hulu, mulai dari metode budidaya hingga pemanfaatan teknologi untuk menjaga kualitas buah sesuai standar ekspor.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sejak Januari hingga April 2026 tercatat sebanyak 1.044 ton durian beku diekspor ke Tiongkok dengan nilai pendapatan petani mencapai Rp397 miliar. (**)
- Penulis: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar