Bupati Tolitoli Apresiasi Kades Lingadan Surati BNNP Sulteng, Minta Penanganan Darurat Narkoba
- calendar_month Sen, 1 Jun 2026
- visibility 131
- comment 0 komentar

Ket: Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya saat di wawancara wartawan di kantor Bupati. (f-MH)
TOLITOLI | Harian Sulawesi – Bupati Tolitoli, Amran H. Yahya, mengapresiasi langkah Kepala Desa Lingadan, Mashuri, yang secara resmi menyurati Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah untuk meminta penanganan darurat terhadap maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayahnya.
Apresiasi tersebut disampaikan Amran kepada wartawan usai memimpin kegiatan kerja bakti di lingkungan Kantor Bupati Tolitoli, Jumat (30/5/2026).
Menurut Amran, inisiatif yang dilakukan Kepala Desa Lingadan menunjukkan kepedulian nyata terhadap keselamatan masyarakat dan masa depan generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin mengkhawatirkan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Lingadan yang memiliki inisiatif dan pemikiran untuk ikut memberantas peredaran narkoba. Sebagai pemerintah, kami tentu memiliki keterbatasan, tetapi yang merasakan langsung dampaknya adalah masyarakat. Karena itu, upaya seperti ini patut didukung,” kata Amran.
Orang nomor satu di Tolitoli ini menilai persoalan narkoba saat ini bukan hanya menjadi masalah di Desa Lingadan, tetapi telah menjadi ancaman serius hampir di seluruh wilayah Kabupaten Tolitoli, mulai dari Kecamatan Dampal Selatan hingga Tolitoli Utara.
Amran bahkan menyebut peredaran narkoba telah berada pada tingkat yang sangat memprihatinkan.
Menurutnya, berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk kasus pencurian yang belakangan meningkat, diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Karena itu, ia meminta aparat kepolisian dan BNNP Sulawesi Tengah memberikan perhatian khusus terhadap kondisi tersebut serta memperkuat upaya pemberantasan jaringan pengedar narkoba di daerahnya.
“Saya berharap kepolisian dan BNNP Sulawesi Tengah menjadikan ini sebagai perhatian serius. Para penjual narkoba harus benar-benar diberantas karena sudah banyak masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.
Bupati juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kepala Desa Lingadan dan berharap inisiatif serupa dapat diikuti oleh pemerintah desa lainnya di Kabupaten Tolitoli.
Menurut dia, keresahan masyarakat akibat peredaran narkoba sudah semakin nyata. Bahkan, tindak kriminal yang sebelumnya jarang terjadi kini mulai muncul di tengah masyarakat.
“Dulu hampir tidak pernah kita mendengar kasus pencurian di tempat ibadah. Sekarang, demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan narkoba, berbagai tindakan nekat dilakukan. Kondisi ini sangat memprihatinkan,” katanya.
Di akhir keterangannya, Amran mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kalangan pemuda untuk bersatu memerangi narkoba.
Dirinya menegaskan bahwa penyelamatan generasi muda harus menjadi tanggung jawab bersama agar Kabupaten Tolitoli tidak kehilangan sumber daya manusia akibat bahaya narkotika.
“Kalau kita tidak bersama-sama mengatasi persoalan ini, generasi muda kita akan habis karena narkoba. Ini harus menjadi gerakan bersama untuk menyelamatkan masa depan daerah,” tegas Amran. (**)
- Penulis: Mahdi Rumi

Saat ini belum ada komentar