Parimo Pulang Tanpa Penghargaan di Ajang Pemda Berprestasi 2026, Erwin Burase Jadikan Evaluasi
- calendar_month Ming, 31 Mei 2026
- visibility 68
- comment 0 komentar

KENDARI | Harian Sulawesi – Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) belum berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Kompas di Hotel Claro Kendari, Jumat (29/5/2026).
Bupati Parimo H. Erwin Burase hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Namun, Parigi Moutong tidak masuk dalam daftar daerah penerima penghargaan, baik pada kategori kabupaten, kota, maupun provinsi di regional Sulawesi.
Berdasarkan hasil penilaian, penghargaan kategori kabupaten diraih Kabupaten Sigi yang keluar sebagai Terbaik I pada kategori pengendalian inflasi.
Sementara Kota Palu berhasil memborong dua penghargaan sekaligus, yakni Terbaik II kategori creative financing dan Terbaik III kategori pengendalian inflasi.
Di tingkat provinsi, Sulawesi Tengah juga mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan Terbaik II kategori pengendalian inflasi provinsi.
Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai mampu menunjukkan kinerja terbaik dalam berbagai indikator pembangunan, khususnya upaya menekan angka pengangguran melalui program yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Penilaian dilakukan secara objektif menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS), meliputi indikator pengangguran, kemiskinan, stunting, hingga inflasi.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan sistem penilaian kini menggunakan pendekatan regional agar kompetisi antardaerah berlangsung lebih adil.
“Kalau nasional, biasanya yang unggul daerah besar. Maka kita ubah berbasis regional,” kata Tito dalam sambutannya.
Menanggapi hasil tersebut, Bupati Parimo Erwin Burase mengaku kehadirannya dalam kegiatan itu menjadi momentum untuk melihat secara langsung keberhasilan daerah lain sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah daerah yang dipimpinnya.
“Kami datang untuk melihat langsung capaian daerah lain dan menjadi bahan evaluasi bagi kami di Parigi Moutong,” ujar Erwin.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan terus melakukan pembenahan, terutama dalam program-program yang berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja dan penurunan angka pengangguran.
“Kami akan terus dorong inovasi dan perbaikan program agar ke depan bisa ikut bersaing,” katanya.
Menurut Erwin, penghargaan bukanlah tujuan utama, namun menjadi indikator penting untuk mengukur efektivitas program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
Ajang Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni penghargaan, melainkan mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai catatan, Parigi Moutong pernah mencatatkan prestasi di tingkat nasional pada era kepemimpinan Bupati Samsurizal Tombolotutu dan Wakil Bupati Badrun Nggai. Saat itu, Pemkab Parimo meraih penghargaan SAKIP Award 2018 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI atas keberhasilan menerapkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Parimo H. Badrun Nggai sebagai bentuk pengakuan atas tata kelola pemerintahan yang dinilai akuntabel dan berorientasi pada hasil. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id
- Editor: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar