Program Makan Bergizi Gratis Akan Dilanjutkan, BGN Lakukan Efisiensi Anggaran
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar

Jakarta, 26 Juni 2026 – Dukungan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan terus disuarakan masyarakat di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Karawang, Cianjur, Makassar, Nusa Tenggara Barat, hingga Sumatera Barat.
Warga menilai program ini bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, ibu hamil, sekaligus menggerakkan perekonomian akar rumput melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Dayeng menyatakan pihaknya akan melakukan sejumlah perombakan dan efisiensi strategis agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran.

Salah satu langkahnya adalah mengalihkan jatah bantuan dari sekolah-sekolah di wilayah yang sudah mampu menuju daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain itu, BGN juga akan memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta hibah dari luar negeri guna meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
BGN juga memberlakukan moratorium pembangunan dapur baru serta melakukan audit menyeluruh terhadap ribuan dapur yang sudah beroperasi.
Tujuannya untuk memastikan standar keamanan dan kualitas makanan tetap terjaga.
Fokus utama program selanjutnya dipersempit kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta siswa sekolah. BGN tidak lagi hanya mengejar jumlah penerima, melainkan memastikan dampak gizi nyata dan tata kelola yang akuntabel.
Salah satu kebijakan baru adalah penghentian penyaluran bantuan selama masa libur sekolah dan penyesuaian jadwal distribusi menjadi 5 hari kerja dalam seminggu.
Langkah ini diperkirakan mampu menghemat anggaran hingga Rp 40 triliun. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap skema insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar efisiensi dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Koordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) Azmi Hidzaqi menyambut baik kebijakan tersebut.
Menurutnya, efisiensi dan perbaikan tata kelola menjadi langkah tepat agar program berjalan sesuai tujuan.
“Program ini bertujuan menurunkan angka stunting dan membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan media untuk ikut mengawal pelaksanaannya agar tetap berjalan lancar dan tidak terganggu,” ujarnya. (**)
- Penulis: Azmi Hidzaki

Saat ini belum ada komentar