PETI Moutong Belum Lumpuh, Tiga Ekskavator Diduga Milik NW Masih Beroperasi, Nama Anggota DPRD Kembali Terseret
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar

MOUTONG | Harian Sulawesi – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, kembali menjadi sorotan.
Hingga Sabtu (27/6/2026), sedikitnya tiga unit ekskavator yang diduga milik seseorang berinisial NW dilaporkan masih beroperasi di kawasan tambang ilegal pegunungan Nasalane.
Berdasarkan informasi yang diterima, alat berat tersebut terdiri atas dua unit ekskavator berwarna biru, satu unit ekskavator berwarna kuning, serta satu talang jumbo yang disebut masih digunakan untuk mengeruk material mengandung emas.
“Itu alatnya NW di lokasi Nasalane sampai sekarang beroperasi. Ada tiga ekskavator dan satu talang jumbo,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Temuan tersebut kembali menyeret nama NW yang disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan salah seorang anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Selpina.
Dugaan relasi tersebut sebelumnya telah menjadi dasar laporan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Parigi Moutong atas dugaan pelanggaran kode etik. Hingga kini, proses penanganan laporan tersebut masih berlangsung.
Pendiri Rumah Hukum Tadulako, Hartono, menilai informasi mengenai dugaan masih beroperasinya alat berat milik NW semakin memperkuat laporan yang telah disampaikannya ke BK DPRD.
Menurut Hartono, laporan terhadap Selpina diajukan karena adanya dugaan keterkaitan atau relasi dengan aktivitas PETI di Moutong melalui sosok NW yang disebut memiliki hubungan dekat dengan politisi Partai Hanura tersebut.
“Apa yang telah saya laporkan ke BK terkait dugaan pelanggaran etik atas dugaan keterlibatan, keterkaitan, atau relasi di balik aktivitas tambang ilegal yang diduga melibatkan salah satu anggota DPRD, kini semakin diperkuat dengan informasi terbaru bahwa NW masih menjadi pelaku aktif dalam tambang ilegal,” kata Hartono.
Ia juga menilai temuan terbaru tersebut relevan dengan pengakuan Kepala Puskesmas Lambunu dalam rapat bersama Komisi IV DPRD beberapa waktu lalu.
Dalam rapat itu, Kepala Puskesmas mengaku sempat meminjam dana operasional ambulans kepada seorang pengusaha tambang, sembari mengarahkan pandangannya kepada Selpina dan menyampaikan ucapan terima kasih.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan dari NW maupun Selpina terkait informasi dugaan masih beroperasinya alat berat tersebut.
Redaksi juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait untuk memenuhi asas keberimbangan. (**)
- Penulis: TIM
- Editor: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar