Gubernur Anwar Hafid Tinjau Langsung Lokasi Terdampak Gempa M 6,7 di Sigi
- calendar_month Rab, 17 Jun 2026
- visibility 31
- comment 0 komentar

Fokus Utama: Keselamatan Warga dan Penuhan Kebutuhan Dasar
SIGI | Harian Sulawesi – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., turun langsung meninjau wilayah yang paling parah terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah ini pada Selasa (16/6/2026).
Kunjungan kerja dilakukan di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, pada Rabu (17/6/2026) guna melihat langsung kondisi lapangan dan mendengarkan aspirasi warga.
Di lokasi, Gubernur meninjau kerusakan rumah-rumah warga serta berdialog secara langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan mendesak pascagempa.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama penanganan.
“Yang paling utama adalah menyelamatkan nyawa rakyat. Nyawa masyarakat berada di atas segalanya. Pastikan seluruh warga terdata, berada di tempat yang aman, dan kebutuhan dasarnya terpenuhi selama masa tanggap darurat dan rehabilitasi,” tegas Anwar Hafid.
Pemerintah provinsi saat ini memfokuskan penanganan pada ketersediaan kebutuhan pokok, meliputi makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta tempat pengungsian yang layak.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, Polri, BNPB, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat yang telah bergerak cepat memberikan bantuan.
Berdasarkan laporan lapangan, dampak gempa melanda lima desa di Kecamatan Nokilalaki, yaitu Desa Kamarora A, Kamarora B, Kadidia, Sopu, dan Bulili. Kebutuhan mendesak yang paling dibutuhkan saat ini adalah pasokan air bersih, tenda dan terpal sebagai tempat berlindung sementara, serta perbaikan pada fasilitas umum dan rumah ibadah yang rusak.
Gubernur meminta pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerusakan bangunan.
Data tersebut nantinya menjadi dasar untuk mempercepat proses bantuan dan perbaikan.
“Sambil berjalan, kami akan segera berkoordinasi untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Rumah-rumah warga yang rusak harus segera didata agar proses bantuan dan perbaikannya bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.
Selain kerusakan bangunan, Gubernur juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lanjutan.
Ia menyoroti adanya longsor di kawasan pegunungan sekitar Kamarora dan meminta instansi terkait melakukan kajian lapangan guna mengantisipasi risiko banjir bandang.
“Meski berdasarkan informasi BMKG intensitas gempa sudah mulai menurun, jangan sampai lengah. Potensi bahaya lain seperti longsor dan luapan air harus diantisipasi sejak dini,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur secara simbolis menyerahkan bantuan darurat berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada warga melalui pemerintah desa setempat.
Gubernur memastikan pemerintah akan terus mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan berjalan sempurna.
“Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal. Kita akan bekerja semaksimal mungkin agar kondisi ini segera pulih dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitasnya dengan aman,” pungkasnya.
Sementara itu, data sementara BPBD Sulawesi Tengah mencatat sekitar 800 unit rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 720 unit rusak ringan, 68 unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Arnila H.M. Ali, Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulawesi Tengah. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id
- Editor: Sumardin (Pde)
- Sumber: Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Sulawesi Tengah

Saat ini belum ada komentar