Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pemprov Sulteng dan Karantina RI Sepakat Utamakan Penguatan Ekosistem Durian daripada PAD

Pemprov Sulteng dan Karantina RI Sepakat Utamakan Penguatan Ekosistem Durian daripada PAD

  • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar

PALU | Harian Sulawesi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Karantina Indonesia sepakat agar daerah penghasil durian tidak terburu-buru menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor durian.

Pemerintah diminta lebih fokus membangun ekosistem industri durian yang sehat dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Kesepakatan itu mengemuka dalam kunjungan kerja dan audiensi Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (26/5/2026).

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan sektor durian kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru yang potensial bagi daerah.

Karena itu, pemerintah diminta tidak membebani pelaku usaha dengan berbagai pungutan sebelum ekosistem industrinya benar-benar tumbuh kuat.

“Biarkan dulu ekosistem ini tumbuh dengan baik dari hulu sampai hilir. Daerah sebenarnya sudah sangat diuntungkan karena masyarakat terserap bekerja di seluruh gudang peking house. Ini bagian dari membantu pemerintah mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja,” ujar Anwar.

Menurut dia, setiap peking house durian di Sulawesi Tengah mampu menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Kondisi itu dinilai menjadi bukti besarnya dampak ekonomi sektor durian terhadap masyarakat.

Dalam forum tersebut, Ketua Kadin Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, meminta pemerintah segera membentuk regulasi yang jelas untuk menciptakan tata kelola industri durian yang sehat, mulai dari petani, rumah UMKM, hingga peking house milik pengusaha lokal maupun asing.

Menurut Faradiba, seluruh rantai pasok durian harus memiliki kepastian hukum agar industri tidak tumbuh tanpa arah dan pengawasan yang jelas.

“Pemerintah harus hadir membuat regulasi agar seluruh pelaku usaha, mulai dari petani sampai eksportir, memiliki payung hukum yang jelas. Jangan sampai ekosistem ini tumbuh liar,” kata Faradiba.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi dan memperkuat ekosistem durian agar industri tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjaga standar kualitas ekspor.

Selain itu, Faradiba menyoroti pentingnya standarisasi kualitas buah durian nasional, terutama terkait pengawasan buah muda yang dipanen sebelum matang.

Dia mencontohkan Thailand yang menerapkan pengawasan ketat demi menjaga reputasi durian mereka di pasar internasional.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Kabupaten Parigi Moutong, Hengky Idrus, mengatakan Indonesia saat ini masih kekurangan pasokan durian untuk memenuhi kebutuhan industri.

“Kita ini masih kurang durian. Jadi ayo sama-sama tanam durian,” ujar Hengky.

Mantan wartawan berlisensi Madya ini juga meminta pemerintah berhati-hati membuka ekspor durian segar secara besar-besaran sebelum produksi nasional benar-benar siap.

Menurutnya, kekurangan bahan baku dapat berdampak pada industri frozen durian dan mengancam ribuan tenaga kerja.

Dukungan terhadap penguatan ekosistem durian juga disampaikan Wakapolda Sulawesi Tengah, Helmi Rauf.

Faradiba meminta pemerintah menjaga semangat para pelaku usaha yang selama ini membangun industri ekspor durian di Sulawesi Tengah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menyatakan sepakat dengan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut.

“Kita akan bersama-sama berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem durian ini. Semua pihak harus terlibat agar industri durian Indonesia bisa tumbuh kuat dan berdaya saing,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Gubernur Sulawesi Tengah menegaskan pemerintah daerah akan segera membahas regulasi tata kelola durian bersama seluruh kepala daerah di Sulawesi Tengah agar industri tersebut dapat berkembang sehat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (**)

  • Penulis: Sumardin (Pde)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Astagfirullah.! Moutong di Kepung Banjir, Tiga Tanggul Jebol di Desa Salepae Belum Juga Tertangani

    Astagfirullah.! Moutong di Kepung Banjir, Tiga Tanggul Jebol di Desa Salepae Belum Juga Tertangani

    • calendar_month Ming, 10 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 177
    • 0Komentar

    MOUTONG, Harian Sulawesi – Banjir kembali menerjang wilayah Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (10/5/2026). Ironisnya, tiga titik tanggul jebol di Desa Salepae yang menjadi pemicu meluasnya genangan hingga kini masih membutuhkan penanganan darurat. Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Parigi Moutong, banjir terjadi di Desa Salepae dan Dusun I Desa Moutong Utara setelah hujan […]

  • Wabup Surya Minta Data Kemiskinan Touna Dibersihkan, Camat Diminta Kawal Pemutakhiran DTSEN hingga Desa

    Wabup Surya Minta Data Kemiskinan Touna Dibersihkan, Camat Diminta Kawal Pemutakhiran DTSEN hingga Desa

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Taufik
    • visibility 7
    • 0Komentar

    TOUNA | Harian Sulawesi – Wakil Bupati Tojo Una-Una, Hj. Surya, memimpin langsung evaluasi pelaksanaan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Tojo Una-Una, Rabu (20/5/2026). Dalam rapat tersebut, Surya menegaskan pentingnya memastikan data kemiskinan yang dimiliki pemerintah daerah benar-benar akurat dan sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. […]

  • Insiden Pohon Tumbang, DPRD Parigi Moutong Desak Evaluasi Dinas Terkait

    Insiden Pohon Tumbang, DPRD Parigi Moutong Desak Evaluasi Dinas Terkait

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PARIGI, Harian Sulawesi – Peristiwa pohon tumbang yang menelan korban jiwa baru baru ini, mendapat sorotan dari DPRD Parigi Moutong. Pemkab didesak melakukan penebangan pohon pelindung yang dinilai membahayakan publik. Desakan ini menyusul insiden pohon tumbang di Jalan Lida Gimba Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, yang menewaskan seorang balita pada Sabtu, 11 April 2026. Wakil Ketua […]

  • Penempatan PPPK Belum Merata, Bupati Perintahkan Evaluasi dan Penyesuaian Berbasis Kebutuhan

    Penempatan PPPK Belum Merata, Bupati Perintahkan Evaluasi dan Penyesuaian Berbasis Kebutuhan

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 69
    • 0Komentar

    PARIGI | Harian Sulawesi – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat menata manajemen kepegawaian, khususnya menyangkut penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang jumlahnya cukup besar namun distribusinya belum merata di seluruh wilayah maupun instansi. Langkah ini ditegaskan Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Kepegawaian di Auditorium Kantor Bupati, […]

  • Candra Setiawan Ikuti Uji Kelayakan Calon Ketua DPC PKB Parigi Moutong, Siapa Yang Dapat Mandat?

    Candra Setiawan Ikuti Uji Kelayakan Calon Ketua DPC PKB Parigi Moutong, Siapa Yang Dapat Mandat?

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 216
    • 0Komentar

    PALU, Sulawesi Tengah – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi PKB, Candra Setiawan, mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon Ketua DPC PKB Parigi Moutong yang digelar DPW PKB Sulawesi Tengah di Palu, Selasa (5/5/2026). Candra menyampaikan optimismenya usai mengikuti tahapan seleksi tersebut. Ia menilai telah melakukan persiapan secara matang, termasuk menyusun performa terbaik […]

  • Sinergi Pembangunan Sulawesi Tengah Diperkuat dari Parigi Moutong

    Sinergi Pembangunan Sulawesi Tengah Diperkuat dari Parigi Moutong

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 14
    • 0Komentar

    PARIMO, Harian Sulawesi – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menjadi tuan rumah Forum Koordinasi dan Komunikasi (Forkkom) Bappeda se-Sulawesi Tengah ke-XXIII Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Selasa malam (31/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama untuk merajut sinergi pembangunan antar daerah. Forum tersebut dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat koordinasi, sinkronisasi dan harmonisasi […]

error: Content is protected !!
expand_less