Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Daerah » Pemprov Sulteng dan Karantina RI Sepakat Utamakan Penguatan Ekosistem Durian daripada PAD

Pemprov Sulteng dan Karantina RI Sepakat Utamakan Penguatan Ekosistem Durian daripada PAD

  • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar

PALU | Harian Sulawesi – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Karantina Indonesia sepakat agar daerah penghasil durian tidak terburu-buru menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor durian.

Pemerintah diminta lebih fokus membangun ekosistem industri durian yang sehat dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Kesepakatan itu mengemuka dalam kunjungan kerja dan audiensi Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (26/5/2026).

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan sektor durian kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru yang potensial bagi daerah.

Karena itu, pemerintah diminta tidak membebani pelaku usaha dengan berbagai pungutan sebelum ekosistem industrinya benar-benar tumbuh kuat.

“Biarkan dulu ekosistem ini tumbuh dengan baik dari hulu sampai hilir. Daerah sebenarnya sudah sangat diuntungkan karena masyarakat terserap bekerja di seluruh gudang peking house. Ini bagian dari membantu pemerintah mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja,” ujar Anwar.

Menurut dia, setiap peking house durian di Sulawesi Tengah mampu menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Kondisi itu dinilai menjadi bukti besarnya dampak ekonomi sektor durian terhadap masyarakat.

Dalam forum tersebut, Ketua Kadin Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, meminta pemerintah segera membentuk regulasi yang jelas untuk menciptakan tata kelola industri durian yang sehat, mulai dari petani, rumah UMKM, hingga peking house milik pengusaha lokal maupun asing.

Menurut Faradiba, seluruh rantai pasok durian harus memiliki kepastian hukum agar industri tidak tumbuh tanpa arah dan pengawasan yang jelas.

“Pemerintah harus hadir membuat regulasi agar seluruh pelaku usaha, mulai dari petani sampai eksportir, memiliki payung hukum yang jelas. Jangan sampai ekosistem ini tumbuh liar,” kata Faradiba.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi dan memperkuat ekosistem durian agar industri tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjaga standar kualitas ekspor.

Selain itu, Faradiba menyoroti pentingnya standarisasi kualitas buah durian nasional, terutama terkait pengawasan buah muda yang dipanen sebelum matang.

Dia mencontohkan Thailand yang menerapkan pengawasan ketat demi menjaga reputasi durian mereka di pasar internasional.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Kabupaten Parigi Moutong, Hengky Idrus, mengatakan Indonesia saat ini masih kekurangan pasokan durian untuk memenuhi kebutuhan industri.

“Kita ini masih kurang durian. Jadi ayo sama-sama tanam durian,” ujar Hengky.

Mantan wartawan berlisensi Madya ini juga meminta pemerintah berhati-hati membuka ekspor durian segar secara besar-besaran sebelum produksi nasional benar-benar siap.

Menurutnya, kekurangan bahan baku dapat berdampak pada industri frozen durian dan mengancam ribuan tenaga kerja.

Dukungan terhadap penguatan ekosistem durian juga disampaikan Wakapolda Sulawesi Tengah, Helmi Rauf.

Faradiba meminta pemerintah menjaga semangat para pelaku usaha yang selama ini membangun industri ekspor durian di Sulawesi Tengah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menyatakan sepakat dengan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut.

“Kita akan bersama-sama berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem durian ini. Semua pihak harus terlibat agar industri durian Indonesia bisa tumbuh kuat dan berdaya saing,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Gubernur Sulawesi Tengah menegaskan pemerintah daerah akan segera membahas regulasi tata kelola durian bersama seluruh kepala daerah di Sulawesi Tengah agar industri tersebut dapat berkembang sehat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (**)

  • Penulis: Sumardin (Pde)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PETI Moutong Belum Lumpuh, Tiga Ekskavator Diduga Milik NW Masih Beroperasi, Nama Anggota DPRD Kembali Terseret

    PETI Moutong Belum Lumpuh, Tiga Ekskavator Diduga Milik NW Masih Beroperasi, Nama Anggota DPRD Kembali Terseret

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2026
    • account_circle TIM
    • visibility 89
    • 0Komentar

    MOUTONG | Harian Sulawesi – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, kembali menjadi sorotan. Hingga Sabtu (27/6/2026), sedikitnya tiga unit ekskavator yang diduga milik seseorang berinisial NW dilaporkan masih beroperasi di kawasan tambang ilegal pegunungan Nasalane. Berdasarkan informasi yang diterima, alat berat tersebut terdiri atas dua unit ekskavator berwarna […]

  • Merespons Keluhan Warga, Bupati Erwin Perintahkan Penghentian Sementara Aktivitas Tambang

    Merespons Keluhan Warga, Bupati Erwin Perintahkan Penghentian Sementara Aktivitas Tambang

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 259
    • 0Komentar

    PARIGI | Harian Sulawesi – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) merespons cepat aspirasi warga Desa Air Panas terkait dampak buruk aktivitas pertambangan yang diduga merusak lingkungan, jalan, dan lahan pertanian. Dalam rapat bersama unsur Forkopimda, DPRD, dinas teknis, dan perwakilan masyarakat Rabu (24/6/2026), Bupati Erwin Burase menegaskan perlunya tindakan nyata demi melindungi kepentingan warga. Sebagai […]

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 115
    • 0Komentar

    GORONTALO, Harian Sulawesi — Suasana di sekitar Stadion Merdeka Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026), mendadak riuh saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto keluar dari kawasan stadion. Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi, ratusan warga langsung mendekat ke jalur yang dilalui rombongan Presiden. Masyarakat tampak antusias mengangkat telepon genggam untuk merekam momen langka kedatangan orang nomor satu […]

  • TK Negeri 1 Parigi Raih Juara I Pawai Karnaval Hardiknas 2026

    TK Negeri 1 Parigi Raih Juara I Pawai Karnaval Hardiknas 2026

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 145
    • 0Komentar

    PARIGI, Harian Sulawesi – TK Negeri 1 Parigi meraih Juara I dalam lomba pawai karnaval memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong. Keberhasilan tersebut didukung konsep penampilan yang mengangkat identitas budaya lokal. Kepala TK Negeri 1 Parigi, A. Olivia Rishanty, mengatakan timnya mengusung tema budaya dengan menampilkan […]

  • Pemkab Parigi Moutong Perkuat Langkah Percepatan Penurunan Stunting

    Pemkab Parigi Moutong Perkuat Langkah Percepatan Penurunan Stunting

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui pelaksanaan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra Musrenbang) Stunting tingkat kabupaten tahun 2026. Kegiatan strategis ini digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Jumat (27/03). Pra Musrenbang tersebut menghadirkan berbagai unsur penting, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), […]

  • Kebakaran Styrofoam di Jalan Trans Sulawesi Ampana Tete Berhasil Dipadamkan dalam 7 Menit

    Kebakaran Styrofoam di Jalan Trans Sulawesi Ampana Tete Berhasil Dipadamkan dalam 7 Menit

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Foto istimewa TOUNA | Harian Sulawesi – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) berhasil memadamkan kebakaran tumpukan styrofoam bekas dekorasi di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Pusungi, Kecamatan Ampana Tete, Kamis (9/7/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.55 WITA itu diduga dipicu kelalaian saat membakar sampah di sekitar lokasi. Api kemudian […]

error: Content is protected !!
expand_less