Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Uncategorized » Akibat Hadir PETI, Daerah Tobasa Sebagai Penghasil Beras Berkualitas di Sulteng Bakal Hancurkan Petani

Akibat Hadir PETI, Daerah Tobasa Sebagai Penghasil Beras Berkualitas di Sulteng Bakal Hancurkan Petani

  • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Foto: Saat Paripurna DPRD Parigi Moutong, Senin (31/8/2026) (f-Pde)

PARIGI MOUTONG, Sulteng – Dugaan aktivitas penambangan emas di wilayah hulu Sungai Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, memicu kekhawatiran serius masyarakat dan anggota DPRD setempat.

Pasalnya, wilayah tersebut merupakan sumber irigasi yang mengairi sekitar 27.000 hektar lahan pertanian sekaligus ditetapkan sebagai lumbung pangan daerah.

Kekhawatiran itu bermula dari viralnya informasi di media sosial Facebook dan grup WhatsApp Desa Sentilang terkait adanya aktivitas di wilayah tersebut yang pada awalnya diklaim sebagai pembukaan kebun durian dan cokelat.

Namun warga justru menemukan keberadaan alat berat dan alat pengayak emas, yang mengindikasikan adanya aktivitas pertambangan, sebut Ketut Mardika saat Paripurna DPRD, Senin (31/8/2026) di pimpin Wakil Ketua Dewan, Sayutin Budianto S.Sos dihadiri Wakil Bupati H. Abdul Sahid MPd bersama jajarannya.

Politisi Gerindra daerah pemilihan V (lima) Ir Ketut Mardika menegaskan, kehidupan petani sawah di wilayah Kecamatan Torue-Balinggi-Sausu (Tobasa) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah saat ini mulai mengancam nasib petani sawah akibat munculnya lokasi tambang baru yang telah menerobos jalur aliran sungai Sausu.

Ketut Mardika bilang, kelompok tani di tiga wilayah Kecamatan Tobasa saat ini sudah mulai merasa cemas karena wilayah pertanian diwilayah itu sudah dikerjakan oleh oknum pegiat PETI yang memiliki ‘kekuatan’ terselubung, akibatnya musim panen belum lama ini anjlok.

Diduga Tambang Emas di Hulu Sungai Sausu, Anggota DPRD Parigi Moutong: Lumbung Pangan Terancam Rusak

Kondisi semakin menguatkan dugaan tersebut kata Mantan Ketua DPRD ini ketika air Sungai Sausu sempat berubah warna menjadi kemerahan selama dua hingga tiga hari. Hal ini dinilai sangat tidak wajar, apalagi terjadi di musim kemarau panjang akibat El Nino, di mana perubahan warna air secara alami nyaris mustahil terjadi.

Anggota DPRD Parigi Moutong dari Dapil V mengingatkan, jika aktivitas tersebut benar adanya dan terus berlanjut, dampaknya sangat merugikan lahan pertanian. Lumpur halus yang terbawa air irigasi akan mengendap di permukaan sawah, menutup pori-pori tanah, sehingga menghambat pernapasan akar padi dan menurunkan hasil panen secara drastis.

“Bayangkan jika petani mengalami kegagalan panen hingga lima kali berturut-turut. Satu hektar bisa menghasilkan sekitar Rp 10 juta per panen. Jika gagal berkali-kali, masyarakat tidak hanya kehilangan penghasilan, tetapi juga semakin terpuruk secara ekonomi,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah daerah tidak menerbitkan izin apa pun yang dapat mengubah fungsi lahan di wilayah tersebut, terlebih lagi wilayah Tobasa dikenal sebagai lumbung pangan daerah. Hal ini juga bertentangan dengan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah yang melindungi lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Oleh karena itu, ia mendesak Bupati Parigi Moutong untuk segera menindaklanjuti dan memastikan tidak ada kegiatan penambangan emas di wilayah hulu Sungai Sausu.

Langkah ini diperlukan untuk menjamin kelangsungan ketahanan pangan daerah sekaligus melindungi mata pencaharian ribuan petani yang menggantungkan hidup dari lahan tersebut, tutupnya. (**)

 

  • Penulis: Sumardin (Pde)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Parigi Moutong Ikuti Retret Pimpinan DPRD Se-Indonesia di Magelang

    Ketua DPRD Parigi Moutong Ikuti Retret Pimpinan DPRD Se-Indonesia di Magelang

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 28
    • 0Komentar

    PARIMO, Sulawesi Tengah – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong, Drs. Alfres Masboy Tonggiroh, M.Si., dijadwalkan mengikuti agenda nasional bertajuk Retret Ketua DPRD Se-Indonesia yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada 14–19 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD), yang bertujuan menyelaraskan visi pembangunan […]

  • Menuju Rumah Sakit Bertaraf Internasional, RS Undata Perkuat Layanan

    Menuju Rumah Sakit Bertaraf Internasional, RS Undata Perkuat Layanan

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 189
    • 0Komentar

    PALU, Harian Sulawesi – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Lamadjido, Sp.PK., M.Kes menargetkan Rumah Sakit Undata menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Hal ini disampaikan saat membuka Survey Verifikasi Lapangan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) oleh Kementerian Kesehatan di RS Undata, Kamis (7/5/2026). Menurut wagub, kegiatan tersebut menjadi langkah […]

  • Hanura Buka Peluang Rekomendasi Sanksi untuk Selpina, Nasib Anggota DPRD Parimo Kini Ditentukan Proses BK

    Hanura Buka Peluang Rekomendasi Sanksi untuk Selpina, Nasib Anggota DPRD Parimo Kini Ditentukan Proses BK

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle Tim
    • visibility 91
    • 0Komentar

    PALU | Harian Silawesi – Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Feri Budiutomo, menegaskan partainya tidak akan menoleransi pelanggaran etik maupun hukum terkait dugaan kasus yang menyeret anggota DPRD Parimo, Selpina, yang saat ini tengah diproses oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD. Feri menyatakan DPC Hanura akan mengikuti seluruh mekanisme partai sesuai Anggaran Dasar […]

  • Ambisi Jadi Raja Durian Dunia, Sulteng Bidik 100.000 Hektar Kebun dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

    Ambisi Jadi Raja Durian Dunia, Sulteng Bidik 100.000 Hektar Kebun dan Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle Sumardin (Pde)
    • visibility 138
    • 0Komentar

    PARIGI | Harian Sulawesi – Cita-cita Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi “raja durian dunia” dinilai bukan sekadar slogan. Untuk mewujudkan target tersebut, Sulteng disebut membutuhkan sedikitnya 100.000 hektar perkebunan durian yang dikelola secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Parigi Moutong, Hengky Idrus, SP., M.Si., mengatakan pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah […]

  • Kasus Narkoba di Bunta Tahap II, Tersangka Segera Jalani Sidang

    Kasus Narkoba di Bunta Tahap II, Tersangka Segera Jalani Sidang

    • calendar_month Kam, 24 Sep 2026
    • account_circle Yunai
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Foto: Humas Polresta Banggai LUWUK, Sulawesi Tengah – Satnarkoba Polresta Banggai menyerahkan berkas dan tersangka kasus narkoba (Tahap II), ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banggai, Rabu (23/9) sore. Diketahui tersangka adalah seorang pria berinisial ASP (28), merupakan warga Desa Hion, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai ini akan segera menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Luwuk, […]

  • Aksi BEM UI yang Membawa Keranda Mayat saat Hari Bhayangkara Menuai Sorotan Publik

    Aksi BEM UI yang Membawa Keranda Mayat saat Hari Bhayangkara Menuai Sorotan Publik

    • calendar_month Ming, 5 Jul 2026
    • account_circle AH (Kordinator LAKSI)
    • visibility 72
    • 0Komentar

    JAKARTA | Harian Sulawesi – Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI) mengkritik aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang membawa simbol keranda mayat saat unjuk rasa di depan Markas Besar Polri pada 1 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Dalam rilis yang disampaikan LAKSI, aksi bertajuk Matinya Reformasi Polri tersebut […]

error: Content is protected !!
expand_less