Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Palu » DR. H. ANWAR HAFID M.Si MEMANG BERANI DEMI UNTUK RAKYAT SULTENG

DR. H. ANWAR HAFID M.Si MEMANG BERANI DEMI UNTUK RAKYAT SULTENG

  • calendar_month Jum, 3 Jul 2026
  • visibility 93
  • comment 0 komentar

Foto : Istimewa

Oleh: Anshar Munir

Pilihan diksi “berani” dalam konteks ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam beradu fisik. Sebaliknya, istilah tersebut merepresentasikan komitmen dan keberanian beliau dalam mengedepankan kepentingan masyarakat melalui ruang-ruang dialog yang terbuka, inklusif, dan konstruktif.

Keberanian itu tercermin dari kesediaannya menerima undangan tantangan berdiskusi dengan tema-tema yang bersifat aktual, kritis, bahkan cenderung agitatis dan provokatif dalam pengertian akademis, yakni sebagai upaya membangkitkan kesadaran publik, merangsang daya kritis, serta mendorong lahirnya diskusi yang sehat dan berorientasi pada solusi.

Saya berupaya memahami alasan di balik keberanian beliau menerima tantangan untuk berdiskusi secara terbuka mengenai isu-isu strategis di sektor jasa konstruksi.

Langkah tersebut patut diapresiasi mengingat tidak sedikit pemimpin daerah yang cenderung berhati-hati, bahkan enggan, menghadapi forum dialog dengan para pelaku usaha jasa konstruksi yang saat ini diliputi sikap apatis dan kekecewaan terhadap berbagai kebijakan pemerintah di bidang tersebut.

Kesediaan beliau untuk hadir dan berdialog mencerminkan komitmen dalam membangun komunikasi yang terbuka, mendengarkan berbagai aspirasi, serta mencari solusi yang konstruktif bagi kemajuan sektor jasa konstruksi.

Sore tadi, LIPKADA Center selaku penyelenggara menggelar diskusi publik dalam perspektif hukum dengan mengangkat tema “Modus Penyimpangan Proyek APBD Sulawesi Tengah”.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Kadin Provinsi Sulawesi Tengah, perwakilan DPRD, akademisi, kepolisian, GAPENSI Sulawesi Tengah, para pelaku usaha jasa konstruksi, pegiat demokrasi, serta jurnalis dari berbagai media di Kota Palu.

Diselenggarakan di Warkop Rajawali, forum ini bertujuan membangun diskusi yang kritis, objektif, dan konstruktif dalam mengkaji berbagai potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari APBD, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Tema yang diangkat dalam diskusi tersebut sesungguhnya mengandung dimensi yang cukup sensitif. Hal ini karena pembahasan mengenai modus penyimpangan APBD dapat dimaknai sebagai pisau bermata dua.

Di satu sisi, tema tersebut menjadi ruang akademik untuk mengidentifikasi berbagai potensi penyimpangan dalam tata kelola anggaran daerah.

Di sisi lain, pembahasannya berpotensi mengarah pada dugaan keterlibatan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dalam konteks Provinsi Sulawesi Tengah, kepala pemerintahan secara definitif adalah Gubernur, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si

Meski demikian, alih-alih menghindari isu yang sensitif tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah menunjukkan sikap terbuka dan berani menghadapi ruang diskusi publik.

Beliau tidak bergeming menghadapi berbagai pertanyaan maupun tekanan intelektual dari para peserta yang berupaya mengulas secara lebih kritis berbagai modus penyimpangan dalam pengelolaan APBD.

Sikap tersebut mencerminkan komitmen untuk membuka ruang dialog yang sehat, menjunjung tinggi prinsip transparansi, serta menempatkan kritik dan pengawasan publik sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel.

Setiap pertanyaan yang diajukan dalam forum dielaborasi secara sistematis, konstruktif, dan berbasis argumentasi yang didukung oleh data yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah dinamika diskusi yang berlangsung, beliau tetap menunjukkan sikap tenang dan penuh perhatian.

Setiap substansi pertanyaan disimak dengan saksama, bahkan dicatat sebagai bagian dari poin-poin penting yang perlu direspons secara komprehensif.

Sesekali, beliau melemparkan senyum yang mencerminkan kesederhanaan, keteduhan, serta etika kepemimpinan yang santun.

Sikap tersebut tidak hanya menghadirkan suasana dialog yang kondusif, tetapi juga merefleksikan karakter seorang pemimpin yang terbuka terhadap kritik, menghargai setiap pandangan, dan mampu membangun komunikasi publik yang hangat serta bermartabat.

Di tengah jalannya diskusi, muncul sebuah refleksi dalam benak saya: apa yang membuat beliau memiliki ketangguhan mental yang demikian kuat?

Mengapa, di tengah pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan atmosfer diskusi yang cukup dinamis, beliau tidak memilih menggunakan otoritasnya sebagai kepala daerah untuk merespons dengan nada yang sama kerasnya?

Padahal, secara posisi dan kewenangan, pilihan tersebut tentu saja berada dalam kapasitasnya. Namun, yang tampak justru sebaliknya.

Beliau tetap menunjukkan ketenangan, keteduhan, dan sikap mengayomi sepanjang forum berlangsung. Sikap tersebut menghadirkan pelajaran berharga bahwa perbedaan pandangan dalam ruang publik tidak semestinya diselesaikan dengan konfrontasi ataupun retorika yang saling mempertajam posisi.

Sebaliknya, perbedaan hendaknya dikelola melalui dialog yang bermartabat, argumentasi yang rasional, serta penghormatan terhadap etika komunikasi, sehingga forum diskusi benar-benar menjadi ruang pembelajaran bersama untuk mencari solusi, bukan sekadar mempertentangkan perspektif.

Pada akhirnya, saya memperoleh sebuah pelajaran yang berharga bahwa kematangan kepemimpinan tidak hanya dibentuk oleh jabatan, tetapi juga oleh pengalaman yang menempa karakter, cara berpikir, dan kemampuan mengelola dinamika.

Dari forum tersebut, saya menangkap sebuah pesan bahwa penyelesaian berbagai persoalan di Provinsi Sulawesi Tengah tidak mungkin dibebankan kepada Gubernur seorang diri.

Sebaliknya, keberhasilan pembangunan memerlukan keterlibatan kolektif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga warga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.

Dalam perspektif tersebut, saya menilai bahwa Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si tengah menunjukkan keberanian untuk membuka ruang dialog, menerima kritik, dan mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian dari solusi.

Keberanian yang dimaksud bukan semata keberanian dalam mengambil keputusan, melainkan keberanian untuk mendengar, berdiskusi, serta menempatkan perbedaan pandangan sebagai energi positif bagi perbaikan tata kelola pemerintahan.

Bagi saya, itulah salah satu wujud kepemimpinan yang matang, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Pada bagian akhir tulisan ini, saya berkesimpulan bahwa Bapak Gubernur Sulawesi Tengah DR. H. ANWAR HAFID, M.Si) memang benar-benar BERANI. (**)

  • Penulis: Anshar Munir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Banggai Beri Penghargaan 26 Personel di HUT Bhayangkara ke-80

    Kapolres Banggai Beri Penghargaan 26 Personel di HUT Bhayangkara ke-80

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle Yunai
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Ket: Kapolres Banggai AKBP Wayan Wayracana Aryawan, SIK, beri penghargaan kepada personel berprestasi. (Foto: Humas Polres Banggai) LUWUK | Kamis (2/7/2026) – Orang nomor satu di Polres Banggai, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, SIK, Rabu (1/7), memberikan penghargaan kepada puluhan personel Polres Banggai atas kinerja dan prestasi yang dicapai. Pemberian penghargaan itu berlangsung di Aula Maleo, […]

  • Penempatan PPPK Belum Merata, Bupati Perintahkan Evaluasi dan Penyesuaian Berbasis Kebutuhan

    Penempatan PPPK Belum Merata, Bupati Perintahkan Evaluasi dan Penyesuaian Berbasis Kebutuhan

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 151
    • 0Komentar

    PARIGI | Harian Sulawesi – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat menata manajemen kepegawaian, khususnya menyangkut penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang jumlahnya cukup besar namun distribusinya belum merata di seluruh wilayah maupun instansi. Langkah ini ditegaskan Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Kepegawaian di Auditorium Kantor Bupati, […]

  • Momentum Berbagi di HUT Ke-21, Pertamina EP DMF Gandeng PWI Banggai

    Momentum Berbagi di HUT Ke-21, Pertamina EP DMF Gandeng PWI Banggai

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
    • account_circle Yunai
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Ket: Penyerahan Bantuan di Panti Asuhan Aisyiah. (Foto: yunai) LUWUK, Sulawesi Tengah – Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21, PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) melaksanakan kegiatan sosial berbagi dengan anak yatim piatu, di dua Panti Asuhan di Kota Luwuk, Senin (14/9) pagi. Dalam kegiatan itu, Pertamina EP DMF menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) […]

  • Polisi Amankan 1,53 Gram Sabu, Pelaku Jalani Proses Hukum

    Polisi Amankan 1,53 Gram Sabu, Pelaku Jalani Proses Hukum

    • calendar_month Sen, 21 Sep 2026
    • account_circle Yunai
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Ket: Pelaku DH dan barang bukti 7 paket sabu diamankan Satreanarkoba Polresta Banggai. (Foto: Humas Polresta Banggai) LUWUK, Sulawesi Tengah – Diduga mengedarkan narkotika jenis sabu, seorang pemuda berinisial DH (24) berhasil dibekuk Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkona) Polresta Banggai, Minggu (20/9) dini hari. Pria yang merupakan warga Kelurahan Mangkio Baru, Kecamatan Luwuk ini berhasil diamankan […]

  • Curi Sarang Burung Walet, Tiga Pria Asal Nihon Diamankan Polisi

    Curi Sarang Burung Walet, Tiga Pria Asal Nihon Diamankan Polisi

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 39
    • 0Komentar

    LUWUK, Sulteng – Usai membobol rumah sarang burung walet di tiga tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda, tiga orang pria asal Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai ini, diamankan Jajaran Polsek Nuhon, Senin (31/8) kemarin. Para pelaku berinisial masing-masing KTS (21), ARD (18) dan MN (20) diketahui sudah tiga kali beraksi di tempat yang berbeda-beda di dua […]

  • Program Revitalisasi Sekolah: 97 Satuan Pendidikan di Parimo Dapat Bantuan Berbasis Kebutuhan Nyata

    Program Revitalisasi Sekolah: 97 Satuan Pendidikan di Parimo Dapat Bantuan Berbasis Kebutuhan Nyata

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Foto: Kabid SD Ibrahim PARIGI MOUTONG, Sulteng – Bantuan Program Revitalisasi Sekolah bagi 97 satuan pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong tidak diserahkan dalam bentuk seragam. Setiap sekolah mendapat jenis penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing, berpedoman pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) serta verifikasi langsung di lapangan. “Setiap sekolah memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Penentuan […]

error: Content is protected !!
expand_less