Penetapan Sempadan Danau Banano Dikritik, Warga Pertanyakan Proses Sosialisasi
- calendar_month Sel, 8 Sep 2026
- visibility 96
- comment 0 komentar

Foto: istimewa
TOJO UNA-UNA, Sulteng – Penetapan garis sempadan Danau Banano di Desa Banano, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, mendapat sorotan masyarakat.
Warga menilai pengelolaan danau sebagai objek wisata perlu dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah, masyarakat dan pemangku kepentingan.

Danau Banano yang berada dalam Wilayah Sungai Parigi-Poso dan DAS Tojo dinilai memiliki potensi wisata yang perlu mendapat perhatian pemerintah pusat maupun daerah. Namun, hingga kini pengelolaannya dinilai masih bersifat sektoral dan belum terintegrasi.
Sorotan itu mengemuka dalam Diskusi Masyarakat Lintas Pesisir Danau Banano, Senin (7/9/2026). Forum tersebut pada prinsipnya menyatakan dukungan terhadap program pemerintah dalam pengelolaan Danau Banano, tetapi meminta proses penetapan sempadan dilakukan secara terbuka dan melibatkan masyarakat.
Sebelumnya, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Palu menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Pemkab Tojo Una-Una di Marina Cottage Ampana, 2 September 2026, terkait penetapan garis sempadan Danau Banano.
Dalam diskusi warga terungkap, kajian teknis telah mencakup pemetaan topografi, kondisi sosial budaya, akses jalan, bangunan dan lahan masyarakat. Garis sempadan ditentukan minimal 50 meter dari muka air banjir ke arah daratan.
Namun, warga mempertanyakan karena sosialisasi hasil kajian dinilai belum dilakukan secara menyeluruh, termasuk terkait penetapan Sempadan Danau Banano 1, 2 dan 3.
Masyarakat juga menyoroti tidak terlaksananya FGD kedua yang dijadwalkan Juni 2026 untuk sosialisasi hasil kajian, serta FGD ketiga pada Agustus 2026 untuk penyempurnaan dokumen usulan penetapan sempadan.
Berdasarkan petunjuk pelaksanaan yang dimiliki masyarakat, penetapan semula dijadwalkan Oktober 2026, namun faktanya dilakukan lebih awal pada 2 September 2026. (**)
- Penulis: TIM
- Editor: DAR

Saat ini belum ada komentar