Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Palu » DR. H. ANWAR HAFID M.Si MEMANG BERANI DEMI UNTUK RAKYAT SULTENG

DR. H. ANWAR HAFID M.Si MEMANG BERANI DEMI UNTUK RAKYAT SULTENG

  • calendar_month Jum, 3 Jul 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Foto : Istimewa

Oleh: Anshar Munir

Pilihan diksi “berani” dalam konteks ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kemampuan seseorang dalam beradu fisik. Sebaliknya, istilah tersebut merepresentasikan komitmen dan keberanian beliau dalam mengedepankan kepentingan masyarakat melalui ruang-ruang dialog yang terbuka, inklusif, dan konstruktif.

Keberanian itu tercermin dari kesediaannya menerima undangan tantangan berdiskusi dengan tema-tema yang bersifat aktual, kritis, bahkan cenderung agitatis dan provokatif dalam pengertian akademis, yakni sebagai upaya membangkitkan kesadaran publik, merangsang daya kritis, serta mendorong lahirnya diskusi yang sehat dan berorientasi pada solusi.

Saya berupaya memahami alasan di balik keberanian beliau menerima tantangan untuk berdiskusi secara terbuka mengenai isu-isu strategis di sektor jasa konstruksi.

Langkah tersebut patut diapresiasi mengingat tidak sedikit pemimpin daerah yang cenderung berhati-hati, bahkan enggan, menghadapi forum dialog dengan para pelaku usaha jasa konstruksi yang saat ini diliputi sikap apatis dan kekecewaan terhadap berbagai kebijakan pemerintah di bidang tersebut.

Kesediaan beliau untuk hadir dan berdialog mencerminkan komitmen dalam membangun komunikasi yang terbuka, mendengarkan berbagai aspirasi, serta mencari solusi yang konstruktif bagi kemajuan sektor jasa konstruksi.

Sore tadi, LIPKADA Center selaku penyelenggara menggelar diskusi publik dalam perspektif hukum dengan mengangkat tema “Modus Penyimpangan Proyek APBD Sulawesi Tengah”.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Kadin Provinsi Sulawesi Tengah, perwakilan DPRD, akademisi, kepolisian, GAPENSI Sulawesi Tengah, para pelaku usaha jasa konstruksi, pegiat demokrasi, serta jurnalis dari berbagai media di Kota Palu.

Diselenggarakan di Warkop Rajawali, forum ini bertujuan membangun diskusi yang kritis, objektif, dan konstruktif dalam mengkaji berbagai potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari APBD, sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Tema yang diangkat dalam diskusi tersebut sesungguhnya mengandung dimensi yang cukup sensitif. Hal ini karena pembahasan mengenai modus penyimpangan APBD dapat dimaknai sebagai pisau bermata dua.

Di satu sisi, tema tersebut menjadi ruang akademik untuk mengidentifikasi berbagai potensi penyimpangan dalam tata kelola anggaran daerah.

Di sisi lain, pembahasannya berpotensi mengarah pada dugaan keterlibatan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dalam konteks Provinsi Sulawesi Tengah, kepala pemerintahan secara definitif adalah Gubernur, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si

Meski demikian, alih-alih menghindari isu yang sensitif tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah menunjukkan sikap terbuka dan berani menghadapi ruang diskusi publik.

Beliau tidak bergeming menghadapi berbagai pertanyaan maupun tekanan intelektual dari para peserta yang berupaya mengulas secara lebih kritis berbagai modus penyimpangan dalam pengelolaan APBD.

Sikap tersebut mencerminkan komitmen untuk membuka ruang dialog yang sehat, menjunjung tinggi prinsip transparansi, serta menempatkan kritik dan pengawasan publik sebagai bagian penting dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel.

Setiap pertanyaan yang diajukan dalam forum dielaborasi secara sistematis, konstruktif, dan berbasis argumentasi yang didukung oleh data yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah dinamika diskusi yang berlangsung, beliau tetap menunjukkan sikap tenang dan penuh perhatian.

Setiap substansi pertanyaan disimak dengan saksama, bahkan dicatat sebagai bagian dari poin-poin penting yang perlu direspons secara komprehensif.

Sesekali, beliau melemparkan senyum yang mencerminkan kesederhanaan, keteduhan, serta etika kepemimpinan yang santun.

Sikap tersebut tidak hanya menghadirkan suasana dialog yang kondusif, tetapi juga merefleksikan karakter seorang pemimpin yang terbuka terhadap kritik, menghargai setiap pandangan, dan mampu membangun komunikasi publik yang hangat serta bermartabat.

Di tengah jalannya diskusi, muncul sebuah refleksi dalam benak saya: apa yang membuat beliau memiliki ketangguhan mental yang demikian kuat?

Mengapa, di tengah pertanyaan-pertanyaan yang kritis dan atmosfer diskusi yang cukup dinamis, beliau tidak memilih menggunakan otoritasnya sebagai kepala daerah untuk merespons dengan nada yang sama kerasnya?

Padahal, secara posisi dan kewenangan, pilihan tersebut tentu saja berada dalam kapasitasnya. Namun, yang tampak justru sebaliknya.

Beliau tetap menunjukkan ketenangan, keteduhan, dan sikap mengayomi sepanjang forum berlangsung. Sikap tersebut menghadirkan pelajaran berharga bahwa perbedaan pandangan dalam ruang publik tidak semestinya diselesaikan dengan konfrontasi ataupun retorika yang saling mempertajam posisi.

Sebaliknya, perbedaan hendaknya dikelola melalui dialog yang bermartabat, argumentasi yang rasional, serta penghormatan terhadap etika komunikasi, sehingga forum diskusi benar-benar menjadi ruang pembelajaran bersama untuk mencari solusi, bukan sekadar mempertentangkan perspektif.

Pada akhirnya, saya memperoleh sebuah pelajaran yang berharga bahwa kematangan kepemimpinan tidak hanya dibentuk oleh jabatan, tetapi juga oleh pengalaman yang menempa karakter, cara berpikir, dan kemampuan mengelola dinamika.

Dari forum tersebut, saya menangkap sebuah pesan bahwa penyelesaian berbagai persoalan di Provinsi Sulawesi Tengah tidak mungkin dibebankan kepada Gubernur seorang diri.

Sebaliknya, keberhasilan pembangunan memerlukan keterlibatan kolektif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga warga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.

Dalam perspektif tersebut, saya menilai bahwa Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si tengah menunjukkan keberanian untuk membuka ruang dialog, menerima kritik, dan mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian dari solusi.

Keberanian yang dimaksud bukan semata keberanian dalam mengambil keputusan, melainkan keberanian untuk mendengar, berdiskusi, serta menempatkan perbedaan pandangan sebagai energi positif bagi perbaikan tata kelola pemerintahan.

Bagi saya, itulah salah satu wujud kepemimpinan yang matang, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Pada bagian akhir tulisan ini, saya berkesimpulan bahwa Bapak Gubernur Sulawesi Tengah DR. H. ANWAR HAFID, M.Si) memang benar-benar BERANI. (**)

  • Penulis: Anshar Munir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Parimo Soroti Dugaan Proyek “Siluman” Perpustakaan, Uang Muka 25 Persen Disebut Sudah Cair

    DPRD Parimo Soroti Dugaan Proyek “Siluman” Perpustakaan, Uang Muka 25 Persen Disebut Sudah Cair

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle Tim
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Foto : istimewa PARIGI | Harian Sulawesi – Dugaan kejanggalan dalam pembangunan fasilitas perpustakaan di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan. DPRD Parimo mempertanyakan pencairan uang muka sebesar 25 persen untuk sejumlah pekerjaan yang disebut tidak tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sorotan tersebut disampaikan Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan […]

  • Misteri Alat Berat Raib Usai Operasi PETI di Parimo, Barang Bukti Lenyap dalam Semalam

    Misteri Alat Berat Raib Usai Operasi PETI di Parimo, Barang Bukti Lenyap dalam Semalam

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle DD / Kabarsulteng
    • visibility 108
    • 0Komentar

    PARIMO | Harian Sulawesi – Satu unit alat berat yang berhasil diamankan dari lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan hutan Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dilaporkan hilang secara misterius hanya sehari setelah disita dalam operasi penertiban. Alat berat jenis ekskavator itu sebelumnya diamankan tim gabungan Balai Pengamanan dan […]

  • Pemda Parimo Kukuhkan 40 Paskibraka, Siap Tunaikan Amanah Merah Putih

    Pemda Parimo Kukuhkan 40 Paskibraka, Siap Tunaikan Amanah Merah Putih

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Foto: istimewa PARIGI MOUTONG, Sulteng – Minggu (16/08/2026) Sebanyak 40 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Parigi Moutong resmi dikukuhkan untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. Pengukuhan berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong dan diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Parigi Moutong. […]

  • Polri Kedepankan Restorative Justice, Kasus Pencurian HP di Mepanga Terselesaikan

    Polri Kedepankan Restorative Justice, Kasus Pencurian HP di Mepanga Terselesaikan

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 100
    • 0Komentar

    PARIMO | Harian Sulawesi – Kepolisian terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Melalui upaya mediasi dan problem solving, kasus pencurian telepon genggam yang terjadi di Dusun VI, Desa Kotaraya Selatan, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, berhasil diselesaikan secara damai melalui mekanisme restorative justice. Mediasi tersebut dilaksanakan pada Selasa […]

  • Halal Bi Halal di Ogotumubu, Bupati Erwin Burase Pererat Silaturahmi dan Semangat Gotong Royong

    Halal Bi Halal di Ogotumubu, Bupati Erwin Burase Pererat Silaturahmi dan Semangat Gotong Royong

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG, Sulteng – Nuansa kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kental dalam kegiatan Halal Bi Halal 1447 Hijriah yang digelar di Desa Ogotumubu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (25/3/2026). Momen penuh makna ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga. Kehadiran Bupati […]

  • Pemkab Parigi Moutong Gelar Forum Komunikasi dan Kemitraan Pengelolaan Fasilitas Kesehatan

    Pemkab Parigi Moutong Gelar Forum Komunikasi dan Kemitraan Pengelolaan Fasilitas Kesehatan

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 84
    • 0Komentar

    PARIMO | Harian Sulawesi – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar Rapat Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan dengan para pemangku kepentingan tingkat kabupaten, Senin (22/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong itu dibuka oleh Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, yang mewakili Bupati Parigi Moutong. Dalam sambutannya, Zulfinasran […]

error: Content is protected !!
expand_less