Sembari Nobar Bersama Pildun, Polsek Parigi Gelar Cabor Domino Gunakan Aturan Pordi
- calendar_month Sel, 14 Jul 2026
- visibility 108
- comment 0 komentar

Foto : Kapolsek Parigi Saat memberi sambutan di Gelaran Cabor Domino (f-Pde)
PARIGI | Harian Sulawesi – Setelah resmi diakui KONI Pusat sebagai cabang olahraga (cabor), domino, di Parigi Moutong mulai diperkenalkan sebagai olahraga prestasi yang dimulai dengan Kompetisi perdana digelar di halaman upacara Kantor Polsek Parigi sebagai langkah awal pembinaan cabor tersebut.
Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan A.N bilang Cabor domino atas persembahan Polres Parigi Moutong bekerja sama dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) wilayah Parigi Moutong adalah salah satu cara menyatukan warga sembari menanti pertandingan semi final di piala dunia antara Prancis dan Spanyol pada pukul 03.00 Wita dini hari.

Turnamen Olahraga Domino tahun 2026 kata Kapolres berlangsung selama dua malam yaitu tanggal 14 Juli hingga 15 Juli. Dan Ajang itu menjadi kompetisi domino ketiga yang diselenggarakan di Kabupaten Parigi Moutong menggunakan sistim gugur melalui aturan pordi gunakan 15 poin.
Sebagai harapan, mari kita satukan pikiran kita untuk bisa menyatu melalui adu tehnik domino ini sehingga apa yang menjadi harapan kedepan, yaitu sebagai daerah yang bebas narkotika melaui pikiran yang positif sehingga bisa diambil makna di dalamnya, ujarnya singkat.
Sementara, Ketua Panitia Iptu Djusman Bakri SH, MH, mengakui bahwa kompetisi tersebut menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap domino.
Menurut dia, kegiatan ini juga menjadi upaya mengubah pandangan masyarakat terhadap domino yang selama ini masih dipandang sebatas permainan pengisi waktu luang.

“Kalau hanya dimainkan sebagai hiburan, domino akan berhenti sebagai permainan biasa. Melalui wadah olahraga yang resmi, kami ingin mengubah stigma negatif menjadi lebih positif sekaligus mendorong lahirnya atlet yang memiliki kemampuan dan prestasi,” ujar Djusman.
Ia menambahkan, domino memiliki nilai edukasi karena melatih kemampuan berhitung, strategi, dan konsentrasi pemain. Karena itu, domino tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai olahraga yang mengasah kemampuan berpikir.
Kapolsek Parigi menyebut antusiasme masyarakat terhadap kompetisi saat ini cukup tinggi. Target 36 tim terpenuhi dalam waktu singkat. Bahkan, sejumlah calon peserta tidak dapat mengikuti pertandingan karena pendaftaran ditutup setelah babak pertandingan dimulai.
Iptu Djusman menjelaskan, domino kini berada di bawah naungan Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado). Cabang ini telah mendapat dukungan dari KONI, Komite Olimpiade Indonesia, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga. “KONI Pusat menetapkan domino sebagai cabang olahraga pada 21 Mei 2026,” tandasnya.
Menurut dia, pengakuan tersebut menjadi peluang untuk memperluas pembinaan domino di daerah. “Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus melakukan sosialisasi dan membangun minat masyarakat agar domino dapat berkembang sebagai olahraga prestasi,” tuturnya.
Pantauan media ini, para pemain domino terlihat ada perwakilan dari DPRD provinsi Sulawesi Tengah Daerah Pemilihan Parigi Moutong bernama Drs H. Suardi serta dua perwakilan dari DPRD Parigi Moutong serta perwakilan Polres dan Polsek. Padahal nilai yang diperebutkan hanya Rp 5 Juta. Tapi minat warga sangat besar. (**)
- Penulis: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar