Dikira Didemo, Kapolres Parimo Kena Prank Padahal Kejutan Ulang Tahun Bhayangkara dari Warga
- calendar_month Rab, 1 Jul 2026
- visibility 169
- comment 0 komentar

Foto : Kapolres AKBP Dr Hendrawan kena ‘Prank’ warga di HUT Bhayangkara ke 80
PARIGI | Rabu (1 Juni 2026) – Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan, A.N., sempat dibuat tegang setelah menerima laporan adanya aksi demonstrasi dari Aliansi Masyarakat Parigi Moutong Bersatu di Markas Polres Parigi Moutong, Rabu (1/7/2026) sore.
Namun, situasi yang semula penuh ketegangan itu berubah menjadi momen haru ketika aksi tersebut ternyata hanya sebuah kejutan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA, sesaat setelah Kapolres bersama jajaran pejabat utama menyelesaikan rangkaian upacara dan ramah tamah Hari Bhayangkara.
Di tengah padatnya agenda, informasi mengenai kedatangan massa membuat suasana di Mapolres berubah serius.
Sesuai komitmen memberikan ruang bagi penyampaian aspirasi masyarakat, Kapolres bersama seluruh pejabat utama menerima perwakilan massa di ruang rapat Polres Parigi Moutong.
Pertemuan pun diawali dengan penyampaian aspirasi oleh Ketua LSM FORMAT Pusat Parigi Moutong, Isram Said Lolo, yang bertindak sebagai mediator, serta Zulfikar sebagai juru bicara.
Penyampaian aspirasi berlangsung dengan nada serius sehingga Kapolres dan jajaran menyimak seluruh poin yang disampaikan.
Saat Kapolres bersiap memberikan tanggapan, pintu ruang rapat tiba-tiba terbuka dan sejumlah anggota aliansi masuk sambil membawa kue ulang tahun Hari Bhayangkara ke-80 serta menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”.
Suasana yang semula tegang langsung berubah hangat. Senyum, tepuk tangan, dan tawa memenuhi ruang rapat.
Kapolres bersama seluruh pejabat utama tampak terkejut sekaligus terharu menerima kejutan yang telah dirancang tanpa sepengetahuan pihak kepolisian.
Isram Said Lolo menjelaskan, konsep aksi tersebut sengaja dibuat menyerupai demonstrasi agar menjadi kejutan yang berkesan bagi jajaran Polres Parigi Moutong.
Menurutnya, aksi itu merupakan bentuk penghormatan atas pengabdian Polri selama 80 tahun menjaga keamanan, ketertiban, serta melindungi dan melayani masyarakat.
“Hari ini kami tidak datang untuk menyalahkan Polri. Kami datang membawa rasa hormat, cinta, dan apresiasi. Kami ingin mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian Polri kepada bangsa dan negara,” ujar Isram.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada AKBP Dr Hendrawan A.N beserta seluruh personel Polres Parigi Moutong atas dedikasi mereka menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Menurutnya, keamanan yang terpelihara menjadi modal penting bagi pembangunan daerah, pertumbuhan ekonomi, dan terciptanya kehidupan masyarakat yang damai.
Momen yang kemudian dijuluki “Demo Prank Kapolres” itu menjadi penutup penuh makna dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Parigi Moutong.
Kejadian tersebut menjadi simbol eratnya hubungan antara Polri dan masyarakat yang dibangun melalui dialog, saling menghormati, serta saling mengapresiasi demi menjaga keamanan dan persatuan. (**)
- Penulis: Sumardin (Pde)
- Sumber: LSM Format Sulawesi Tengah

Saat ini belum ada komentar