Akibat Banjir Jalur Trans Sulawesi Putus, PemDes Tolai Bergerak Genjot Normalisasi Sungai Penebel
- calendar_month Ming, 7 Jun 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar

Foto : Kepala desa Tolai Gede Dipayana (f-ist)
TORUE | Harian Sulawesi – Pemerintah Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, menjadikan mitigasi bencana melalui normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama pada 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat dan memutus jalur transportasi strategis.
Fokus penanganan diarahkan pada dua sungai yang melintasi wilayah desa, yakni Sungai Tolai dan Sungai Penebel.
Karena selama ini, luapan Sungai Penebel saat curah hujan tinggi sering menyebabkan Jalan Trans Sulawesi terputus, sehingga menghambat distribusi logistik serta mobilitas warga antarwilayah.
Kepala Desa Tolai, I Made Gede Dipayana, mengatakan normalisasi sungai menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.
“Melalui kolaborasi tersebut, sejumlah kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap dapat terpenuhi,” kata Dipayana, Sabtu (6/6/2026).
Menurut dia, berbagai program pembangunan yang masuk ke Desa Tolai merupakan hasil sinergi antara pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat.
Saat ini, proses normalisasi di Sungai Penebel tengah berlangsung. Pemerintah Desa Tolai bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong melakukan pengerukan serta perbaikan alur sungai.
Dipayana menjelaskan, pendangkalan sungai menjadi salah satu faktor utama yang memicu meluapnya air saat hujan deras. Karena itu, pengerukan dinilai sebagai upaya penting untuk mengurangi risiko bencana banjir.
“Alur sungai yang dangkal dinilai rawan memicu luapan air. Pengerukan menjadi kunci, sekaligus ikhtiar menahan risiko bencana di wilayah Tolai,” ujarnya.
Selain mitigasi bencana, pembangunan infrastruktur di Desa Tolai juga diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Pemerintah desa memaksimalkan dukungan anggaran dari berbagai tingkatan pemerintahan agar program pembangunan berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi warga.
Dipayana berharap dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dapat mempercepat penyelesaian persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, kami berharap pembangunan infrastruktur serta penanganan sungai dapat berjalan maksimal sehingga masyarakat Desa Tolai dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” katanya. (**)
- Penulis: DD/kabarsulteng.id
- Editor: Sumardin (Pde)
- Sumber: Pemdes Tolai

Saat ini belum ada komentar