Wagub Sulteng: Rajin Beribadah Kunci Jaga Kesehatan Mental Generasi Muda
- calendar_month Ming, 10 Mei 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar

F-Istimewa for @hariansulawesi
PALU, Harian Sulawesi – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menekankan bahwa ibadah memiliki peran penting sebagai sarana menjaga kesehatan mental.
Menurutnya, dengan rajin beribadah, generasi muda akan memiliki ketahanan batin yang stabil, berpikiran jernih, dan tidak mudah runtuh saat menghadapi masalah hidup.
Pesan tersebut disampaikan Reny saat membuka Seminar Kesehatan Mental bagi Generasi Muda yang digagas oleh Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan, bertempat di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah, Sabtu (9/5/2026).
“Saya sampaikan hal ini agar adik-adik generasi muda bisa menjadi pribadi yang tangguh dan tidak bersandar pada orang lain dalam menghadapi masalah,” ujar Reny saat berbagi pengalaman dan pandangannya.
Wagub mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai wadah edukasi yang bermanfaat. Seminar ini dinilainya menjadi ruang yang tepat bagi kaum muda untuk mendapatkan pemahaman serta cara praktis menjaga kesehatan jiwa.
Harapannya, dengan mental yang sehat, generasi muda Sulawesi Tengah dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, optimis, dan mampu mengendalikan diri di tengah berbagai tekanan dan persoalan kehidupan.
“Di era sekarang ini, kondisi mental anak muda cenderung lebih rentan dan mudah rapuh. Oleh karena itu, sering-seringlah mengikuti kegiatan seperti ini agar paham langkah apa yang harus diambil untuk membentuk diri menjadi pribadi yang kuat,” tambahnya.
Selain membahas kesehatan mental, Reny juga mengingatkan para peserta yang mayoritas merupakan pelajar, mahasiswa, dan perwakilan organisasi kepemudaan agar selektif dalam memilih pergaulan. Ia secara tegas mengingatkan agar anak muda tidak mudah tergoda atau terpengaruh mencoba narkoba hanya demi mengikuti gaya hidup atau dianggap keren di lingkungan pertemanan.
Menurut Reny, penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kondisi fisik, tetapi juga menghancurkan masa depan seseorang. Dampak yang paling fatal, kata dia, adalah kerusakan mental dan saraf yang terjadi jika seseorang sudah terjerat kecanduan berat.
“Jika ada yang menawarkan narkoba, pikirkanlah matang-matang. Jangan hanya memikirkan kesenangan sesaat hari ini, karena zat tersebut sangat berbahaya dan merusak kerja otak kita secara permanen,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pembentukan karakter generasi muda Sulawesi Tengah yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga sehat jasmani, rohani, serta terhindar dari bahaya penyalahgunaan zat. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id
- Editor: Pde
- Sumber: (Ro Adpim Setdaprov Sulteng)

Saat ini belum ada komentar