BAPAK DESA: Inovasi Bayar Pajak Pakai Sampah, Langkah Nyata Bersihkan Lingkungan & Tingkatkan Kepatuhan Warga
- calendar_month Kam, 24 Sep 2026
- visibility 54
- comment 0 komentar

Foto: Saat menyampaikan hasil pemaparan dihadapan peserta rapat di Lantai II Kantor Bupati (f-Pde)
PARIGI MOUTONG, Sulteng – Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) / Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup, Muh. Idrus, S.Pi., M.AP Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mulai menyusun strategi positif.
Idrus bilang menciptakan inovasi bernama BAPAK DESA yang merupakan singkatan dari Bayar Pajak Dengan Sampah, kini menjadi terobosan baru yang dinanti warga.
Program ini kata dia menyatukan dua urusan penting: menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memudahkan warga memenuhi kewajiban pembayaran pajak dan retribusi desa.
“Konsepnya sederhana namun bermakna besar: warga menyetorkan sampah yang sudah dipilah dan bernilai ekonomi, lalu nilainya dihitung sebagai pembayaran kewajiban kepada desa” urainya.
Bahkan warga terbantu, lingkungan bersih, dan pendapatan desa tetap terjaga. Inilah yang membuat inovasi ini disambut antusiasme di tengah masyarakat.
Namun, ide sebaik apa pun tak akan berjalan tanpa pengelola yang mampu. Di sinilah peran peningkatan kapasitas dan sumber daya manusia menjadi sangat krusial.
Menurut Calon Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia serta Pengembangan Kawasan dan Wilayah ditunjuk sebagai garda terdepan yang menggerakkan seluruh sistem ini dari bawah ke atas menyebut, inovasi brilian ini harus disasar.
Artinya, mereka tidak hanya mengurus administrasi, tetapi menyusun rencana pembinaan warga, menetapkan standar penukaran sampah yang adil, mencatat setiap transaksi secara transparan, hingga memastikan sistem berjalan lancar dari dusun ke pusat desa.
“Kejelasan prosedur dan keterbukaan informasi menjadi kunci agar warga percaya dan ikut berpartisipasi aktif” intinya.
Selain itu sambung sosok Kabid brilian ini, bahwa Lingkup kerja tidak berhenti di satu desa. Melalui pengembangan kawasan dan wilayah, program ini dirancang untuk menyatukan desa-desa sekitar dalam manajemen pengelolaan sampah terpadu.
Sementara untuk pusat pengolahan bersama akan dibangun, dan produk daur ulang dikembangkan sehingga sampah benar-benar berubah menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Staf Ahli juga bisa menjembatani kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah desa. Mereka memastikan aturan yang dibuat mudah dipahami, tidak memberatkan, dan dapat dijalankan secara berkelanjutan.
“Setiap langkah disusun terarah, terukur, dan dapat dipantau kemajuannya” sebutnya.
Dengan demikian, inovasi BAPAK DESA bukan sekadar program sesaat. Ia lahir dari kesadaran bersama, digerakkan oleh sumber daya manusia yang tangguh, dan ditujukan untuk kesejahteraan serta kebersihan yang dinikmati warga sekarang hingga ke generasi mendatang, tuturnya. (**)
- Penulis: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar