Dana Bantuan Alsintan Diduga Salah Sasaran, Petani Parigi Selatan Minta Dinas Pertanian Transparan
- calendar_month Rab, 9 Sep 2026
- visibility 143
- comment 0 komentar

PARIGI MOUTONG, Sulteng – Penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian guna mendukung program pembukaan lahan sawah baru di Kecamatan Parigi Selatan kini menuai sorotan tajam.
Para petani mempertanyakan mekanisme pembagian, karena alat yang seharusnya mempercepat pengolahan tanah justru dinilai tidak menyasar pihak yang benar-benar mengelola lahan baru.
Sejumlah petani yang mengelola sekitar 5 hektare lahan cetak sawah baru menyampaikan keluhan serupa. Mereka mengaku berjuang membuka lahan, namun tidak mendapatkan peralatan pendukung, sementara bantuan berupa mesin pengolah tanah atau jonder justru diterima kelompok yang sebagian anggotanya sudah tidak lagi memiliki sawah produktif.
“Kami punya lahan cetak sawah baru, Pak. Tetapi bantuan alat tersebut justru tidak diberikan kepada kelompok yang benar-benar mengelola lahan baru,” ungkap salah satu petani. Lebih lagi, ada laporan satu unit jonder dikuasai mantan pengurus kelompok tani yang sudah tidak memiliki lahan garapan aktif.
Kondisi ini memunculkan dugaan kuat bahwa pembagian alat pertanian lebih menguntungkan kelompok tertentu yang dianggap memiliki kedekatan dengan pihak pengelola program. Meski belum terbukti sepenuhnya, hal ini memicu keraguan luas: apakah kriteria penerima disusun secara terbuka dan sesuai aturan pusat?
Para petani menuntut Dinas Pertanian setempat menjelaskan secara transparan: siapa saja penerima, berapa jumlah alat yang disalurkan, serta dasar apa yang dipakai sehingga bantuan tidak jatuh ke tangan yang paling membutuhkan. Mereka juga meminta pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan alat itu ada dan berfungsi.
Menanggapi gelombang pertanyaan itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Parigi Moutong, Spuriadin, memberi penjelasan berbeda. “Bantuan ini tidak harus dimiliki kelompok cetak sawah baru. Di sini kita kenal sistem brigade, jadi alat itu milik bersama dan bisa dipakai siapa saja yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga mengakui baru menjabat jabatan ini, dan saat alat disalurkan semuanya sudah selesai dibagikan. Saat ini pihaknya masih berupaya mendata ulang keberadaan serta pemanfaatan setiap unit bantuan yang telah turun ke masyarakat. (Km)
- Penulis: hariansulawesi.id

Saat ini belum ada komentar