PPPK di Tolitoli Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya
- calendar_month Sab, 1 Agu 2026
- visibility 852
- comment 0 komentar

Ket: Tim Inafis Polres Tolitoli melakukan olah TKP di rumah korban Jalan syarif Mansyur Kelurahan Panasakan (f-ist)
TOLITOLI, Sulteng – Warga Kelurahan Panasakan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan berinisial S (49), yang berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), meninggal dunia di rumahnya di Jalan Syarif Mansyur, Jumat (31/7/2026). Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di pintu kamar rumahnya.
Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui masih beraktivitas seperti biasa. Pada Jumat pagi, S sempat mengantar anaknya ke sekolah dan berpesan akan kembali menjemput saat jam pulang. Namun hingga sore hari, korban tak kunjung datang sehingga sang anak memutuskan pulang sendiri sekitar pukul 14.40 Wita.

Tali dan tempat korban gantung diri dipintu rumahnya (f-ist)
Sesampainya di rumah, anak korban mendapati pintu dalam keadaan terkunci. Setelah berupaya mencari ibunya ke rumah kerabat terdekat namun tidak berhasil, ia bersama dua orang pamannya kembali ke rumah dan berusaha membuka paksa jendela kamar.
Dari celah tersebut, mereka melihat korban telah meninggal dunia dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali. Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Aparat kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Hingga kini, penyebab pasti korban mengakhiri hidupnya masih dalam penyelidikan.
Saat dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Tolitoli, AKP Budi Atmojo, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap maupun motif di balik peristiwa tersebut.
“Maaf pak, saya sudah mintakan rilisnya dari penyidik, tapi sampai saat ini belum ada,” ujarnya.
Catatan: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan berat, putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera berbicara dengan keluarga, teman tepercaya, atau tenaga kesehatan/layanan kesehatan jiwa setempat. Dukungan sedini mungkin dapat membantu.
- Penulis: Mahdi Rumi

Saat ini belum ada komentar