Kasus Diare Melonjak di Tolitoli, Satu Anak Meninggal dan Data RSUD Dianggap Tertutup
- calendar_month Jum, 31 Jul 2026
- visibility 331
- comment 0 komentar

Ket: Titis Widaryani (gambar kecil) Kabid Pelayanan RSUD Mokopido Tolitoli (f-ist)
TOLITOLI, Sulteng – Sepekan terakhir jumlah pasien diare yang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokopido, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, mengalami lonjakan tajam.
Pihak rumah sakit pun mengaku kewalahan menampung pasien, yang sebagian besar adalah anak-anak, lantaran ruang perawatan yang tersedia sudah penuh sesak.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pasien diare yang sebelumnya sempat dirawat di luar ruangan karena keterbatasan tempat, kini sudah dipindahkan ke dalam ruang perawatan.

Pasien diare terlihat hanya dirawat diluar ruangan sebelum masuk dalam kemar akibat kamar penuh saat itu (f-MR)
Namun, lonjakan kasus ini ternyata berujung pada satu kasus kematian.
Diperoleh informasi bahwa seorang anak meninggal dunia akibat penyakit diare, diduga karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan.
Kondisi yang memburuk ini justru disambut sikap tertutup dari pihak manajemen RSUD Mokopido.
Saat dimintai data resmi terkait jumlah pasien diare yang dirawat maupun angka kematian yang terjadi, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Mokopido, Titis Widaryani, SKM., M.Kes., menolak memberikan informasi secara langsung kepada awak media.
Pihaknya justru menyarankan awak media untuk mengajukan permohonan data secara tertulis terlebih dahulu ke rumah sakit.
Sikap yang ditunjukkan Titis Widaryani terkesan sangat tertutup dan enggan memberikan keterangan yang dimaksud tanpa alasan yang jelas, padahal informasi tersebut sangat dibutuhkan untuk kepentingan publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak rumah sakit maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli terkait penyebab melonjaknya kasus diare dalam waktu singkat serta langkah penanganan yang sedang diupayakan untuk mengatasi keterbatasan ruang perawatan.
Kepada masyarakat pun diimbau agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan konsumsi air serta makanan yang bersih dan sehat guna mencegah penularan penyakit diare yang terus meningkat belakangan ini. (**)
- Penulis: Mahdi Rumi

Saat ini belum ada komentar