Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Daerah » Pemprov Sulteng dan Karantina RI Sepakat Utamakan Penguatan Ekosistem Durian daripada PAD

Pemprov Sulteng dan Karantina RI Sepakat Utamakan Penguatan Ekosistem Durian daripada PAD

  • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

PALU | Harian Sulawesi – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Karantina Indonesia sepakat agar daerah penghasil durian tidak terburu-buru menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor durian.

Pemerintah diminta lebih fokus membangun ekosistem industri durian yang sehat dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

Kesepakatan itu mengemuka dalam kunjungan kerja dan audiensi Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (26/5/2026).

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengatakan sektor durian kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru yang potensial bagi daerah.

Karena itu, pemerintah diminta tidak membebani pelaku usaha dengan berbagai pungutan sebelum ekosistem industrinya benar-benar tumbuh kuat.

“Biarkan dulu ekosistem ini tumbuh dengan baik dari hulu sampai hilir. Daerah sebenarnya sudah sangat diuntungkan karena masyarakat terserap bekerja di seluruh gudang peking house. Ini bagian dari membantu pemerintah mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja,” ujar Anwar.

Menurut dia, setiap peking house durian di Sulawesi Tengah mampu menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Kondisi itu dinilai menjadi bukti besarnya dampak ekonomi sektor durian terhadap masyarakat.

Dalam forum tersebut, Ketua Kadin Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, meminta pemerintah segera membentuk regulasi yang jelas untuk menciptakan tata kelola industri durian yang sehat, mulai dari petani, rumah UMKM, hingga peking house milik pengusaha lokal maupun asing.

Menurut Faradiba, seluruh rantai pasok durian harus memiliki kepastian hukum agar industri tidak tumbuh tanpa arah dan pengawasan yang jelas.

“Pemerintah harus hadir membuat regulasi agar seluruh pelaku usaha, mulai dari petani sampai eksportir, memiliki payung hukum yang jelas. Jangan sampai ekosistem ini tumbuh liar,” kata Faradiba.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera membentuk satuan tugas khusus untuk mengawasi dan memperkuat ekosistem durian agar industri tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjaga standar kualitas ekspor.

Selain itu, Faradiba menyoroti pentingnya standarisasi kualitas buah durian nasional, terutama terkait pengawasan buah muda yang dipanen sebelum matang.

Dia mencontohkan Thailand yang menerapkan pengawasan ketat demi menjaga reputasi durian mereka di pasar internasional.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) Kabupaten Parigi Moutong, Hengky Idrus, mengatakan Indonesia saat ini masih kekurangan pasokan durian untuk memenuhi kebutuhan industri.

“Kita ini masih kurang durian. Jadi ayo sama-sama tanam durian,” ujar Hengky.

Mantan wartawan berlisensi Madya ini juga meminta pemerintah berhati-hati membuka ekspor durian segar secara besar-besaran sebelum produksi nasional benar-benar siap.

Menurutnya, kekurangan bahan baku dapat berdampak pada industri frozen durian dan mengancam ribuan tenaga kerja.

Dukungan terhadap penguatan ekosistem durian juga disampaikan Wakapolda Sulawesi Tengah, Helmi Rauf.

Faradiba meminta pemerintah menjaga semangat para pelaku usaha yang selama ini membangun industri ekspor durian di Sulawesi Tengah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menyatakan sepakat dengan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut.

“Kita akan bersama-sama berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem durian ini. Semua pihak harus terlibat agar industri durian Indonesia bisa tumbuh kuat dan berdaya saing,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Gubernur Sulawesi Tengah menegaskan pemerintah daerah akan segera membahas regulasi tata kelola durian bersama seluruh kepala daerah di Sulawesi Tengah agar industri tersebut dapat berkembang sehat dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (**)

  • Penulis: Sumardin (Pde)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Tojo Una-Una Tegaskan Komitmen Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Peringatan HANI 2026

    Pemkab Tojo Una-Una Tegaskan Komitmen Cegah Penyalahgunaan Narkoba pada Peringatan HANI 2026

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle Taufik
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Foto: istimewa TOJO UNA-UNA, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) mengikuti peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang diselenggarakan secara nasional melalui konferensi video di Aula Kantor Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT), Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Ilyas yang mewakili Bupati Tojo Una-Una, […]

  • Banjir Terjang Dusun Antosari Balinggi, Tiga Tanggul Sungai Jebol

    Banjir Terjang Dusun Antosari Balinggi, Tiga Tanggul Sungai Jebol

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle Sumardin (Pde)
    • visibility 108
    • 0Komentar

    PARIMO | Harian Sulawesi – Banjir melanda Desa Balinggi Jati, Dusun Antosari, Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Senin (25/5/2026) sore. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, banjir terjadi sekitar pukul 17.00 Wita setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.   Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit […]

  • Somasi Proyek Rp 8,7 Miliar Mengguncang Pemda Parimo, Pembayaran Rp 2,1 Miliar Ditahan

    Somasi Proyek Rp 8,7 Miliar Mengguncang Pemda Parimo, Pembayaran Rp 2,1 Miliar Ditahan

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 198
    • 0Komentar

    PARIMO, Harian Silawesi – Polemik proyek pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Parigi Moutong senilai Rp 8,7 miliar kian memanas setelah penyedia jasa melayangkan somasi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong. Sengketa itu kini menyeret sejumlah pejabat daerah, mulai dari Bupati hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah yang juga PPK proyek, […]

  • Semarak Pawai Takbir Keliling Toribulu, Polsek Ampibabo Pastikan Keamanan Kondusif

    Semarak Pawai Takbir Keliling Toribulu, Polsek Ampibabo Pastikan Keamanan Kondusif

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 116
    • 0Komentar

    PARIMO | Harian Sulawesi – Suasana malam takbiran Idul Adha 1447 Hijriah di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, berlangsung semarak dan penuh khidmat. Ratusan warga memadati ruas Jalan Trans Sulawesi dalam kegiatan pawai takbir keliling yang berlangsung aman dan tertib, Rabu malam (26/5/2026). Kegiatan ini berjalan lancar berkat pengamanan ketat dari gabungan personel Polsek Ampibabo […]

  • Hasil Reses, DPRD Parimo Sampaikan Deretan Keluhan Warga, Jalan Rusak hingga Tambang Ilegal Jadi Sorotan

    Hasil Reses, DPRD Parimo Sampaikan Deretan Keluhan Warga, Jalan Rusak hingga Tambang Ilegal Jadi Sorotan

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Pde
    • visibility 113
    • 0Komentar

    PARIGI | Harian Sulawesi – DPRD Kabupaten Parigi Moutong membeberkan berbagai persoalan yang masih menjadi keluhan utama masyarakat dalam rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses anggota dewan dari lima daerah pemilihan (dapil), Senin (18/5/2026). Laporan tersebut disampaikan juru bicara DPRD, Feiny Mike Kairupan, berdasarkan hasil penyerapan aspirasi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Dalam […]

  • Desak Penanganan Kasus Pencabulan Penyandang Disabilitas, LSM Minta Polres Tolitoli Ambil Alih Perkara   

    Desak Penanganan Kasus Pencabulan Penyandang Disabilitas, LSM Minta Polres Tolitoli Ambil Alih Perkara  

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • account_circle Mahdi Rumi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Ket: Pimpinan aksi LSM Intrupsi Rusdi Jamal (kemeja hijau) dan LSM GIAK Hendri Lamo (kemeja merah) dan Wakpolres Tolitoli Kompol Nana Taryana (f-MR) TOLITOLI, Sulteng – Aksi damai yang digelar LSM Intrupsi bersama LSM Giak di depan Polres Tolitoli, Senin (7/9/2026), berlangsung aman dan tertib serta diawasi langsung oleh pihak kepolisian. Massa aksi mendesak pihak […]

error: Content is protected !!
expand_less