Hardiknas 2026: Ketimpangan Pendidikan di Parimo Masih Jadi Tantangan
- calendar_month Sab, 2 Mei 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar

PARIMO, Harian Sulawesi – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kembali mengusung tema kemajuan dan transformasi pendidikan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya berbagai persoalan mendasar, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong.
Ketimpangan akses dan kualitas pendidikan masih menjadi tantangan utama. Di tengah dorongan digitalisasi, sejumlah sekolah di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar, seperti ruang kelas yang kurang layak, minimnya sarana penunjang, hingga akses menuju sekolah yang sulit.
Kondisi tersebut dinilai sebagai akumulasi dari kebijakan pembangunan yang selama ini lebih berorientasi pada capaian administratif dibandingkan peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Selain infrastruktur, persoalan tenaga pendidik di wilayah terpencil juga menjadi perhatian. Guru di daerah tersebut masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan insentif, meskipun memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar mengajar.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran daerah turut memengaruhi upaya percepatan pembangunan sektor pendidikan. Meski demikian, pemerintah diharapkan tetap mampu menetapkan prioritas yang jelas agar sektor pendidikan tetap menjadi fokus utama.
Sejumlah kebijakan juga dinilai belum sepenuhnya selaras dengan kondisi di lapangan. Misalnya, status desa mandiri yang dalam praktiknya dapat memengaruhi akses terhadap dukungan anggaran tertentu.
Momentum Hardiknas dinilai tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk mengevaluasi kebijakan yang telah berjalan serta merumuskan langkah perbaikan ke depan.
Diperlukan langkah strategis dan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mengatasi ketimpangan pendidikan, termasuk dalam hal penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta pemerataan akses layanan pendidikan.
Dengan demikian, peringatan Hardiknas diharapkan dapat menjadi titik awal untuk mendorong perbaikan nyata di sektor pendidikan, khususnya di daerah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id

Saat ini belum ada komentar