Petani Parimo Desak Wakil Rakyat Bongkar Program Cetak Sawah Baru yang Mangkrak
- calendar_month Ming, 13 Sep 2026
- visibility 177
- comment 0 komentar

Foto: ilustrasi
PARIGI MOUTONG, Sulteng – Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, mendesak DPRD mengusut pelaksanaan Program Cetak Sawah Baru Tahun Anggaran 2025 yang dinilai gagal dimanfaatkan petani.
Dari sekitar 75,5 hektare lahan yang telah dicetak, sebagian besar belum bisa ditanami.
Surat resmi kelompok petani yang masuk ke Redaksi @hariansulawesi menyebut persoalan utama antara lain elevasi lahan yang lebih tinggi dari saluran irigasi, rusaknya saluran tersier BL-15 dan BL-16, serta belum tersedianya saluran pengambilan air di sejumlah titik.
Bahkan masalah lain yakni belum dibayarkannya biaya pengolahan sekitar 53 hektare lahan menggunakan Alsintan TR-4 dari wilayah Taopa dan Moutong.
Sementara di Kelompok Tani Lingkobong Jaya, dari 9,5 hektare lahan yang dicetak, ternyata baru 0,5 hektare yang dapat ditanami setelah ketua kelompok mengeluarkan biaya pribadi. Sedangkan 9 (sembilan) hektare lainnya belum dapat diolah karena keterbatasan air.
Keluhan tersebut, kata petani, telah disampaikan kepada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Katimker Kabupaten, hingga BRMP Provinsi Sulawesi Tengah.
Namun, hingga kini belum ada penyelesaian konkret. Brigade Pangan yang telah dibentuk juga disebut belum mendapat dukungan alsintan dari Dinas terkait.
“Program ini tidak boleh berhenti pada seremoni cetak lahan. Ukuran keberhasilannya adalah lahan bisa ditanami dan menghasilkan,” ujar perwakilan petani yang identitasnya tak ingin di publis.
Petani kemudian mendesak Wakil Rakyat melalui Komisi II DPRD Parigi Moutong memanggil seluruh pihak terkait untuk melakukan evaluasi terbuka, mulai dari perencanaan lahan, pembangunan irigasi, pembayaran pekerjaan hingga distribusi alsintan.
Para kelompok tani di Parigi Moutong berharap agar pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong dan Kementan segera turun tangan agar anggaran negara tidak sia-sia dan target peningkatan luas tanam benar-benar tercapai. (**)
- Penulis: Kamal / Pde

Saat ini belum ada komentar