Kendalikan Inflasi, Pemkab Parimo Perkuat Pantauan Harga Pangan dan Pasokan
- calendar_month Sen, 14 Sep 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar

Foto: istimewa
PARIGI MOUTONG, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara daring, Senin (14/9/2026).
Rapat dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir, dan diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Parigi Moutong Aswini Dimple, didampingi kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, bertempat di Ruang Rapat Sekda Kantor Bupati.
Pemerintah pusat menekankan agar daerah tidak menunggu harga melonjak tinggi baru bertindak, sebab penanganan saat harga sudah naik tajam akan jauh lebih sulit dan memakan biaya besar. Pemantauan harga harus dilakukan secara rutin, dan langkah antisipasi diambil sejak dini untuk mencegah ketidakstabilan yang merugikan daya beli masyarakat.
Berdasarkan data minggu kedua September, Indeks Perkembangan Harga masih menunjukkan tekanan naik luas. Sebanyak 314 kabupaten/kota tercatat mengalami peningkatan, dengan komoditas utama pemicu adalah cabai rawit di 260 wilayah, cabai merah di 233 wilayah, daging ayam ras di 153 wilayah, serta beras di 135 wilayah. Kenaikan tercatat terjadi di berbagai daerah, mulai Pulau Jawa hingga sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Sumatera Utara.
Langkah utama yang didorong adalah memperkuat konektivitas pasokan antarwilayah. Daerah diminta menjalin kerja sama perdagangan: mengalirkan barang dari daerah yang berlebih dan harga murah ke daerah yang kekurangan, guna menyeimbangkan harga secara alami. Ketersediaan dan kesesuaian harga Minyakita juga menjadi perhatian khusus agar tetap sesuai ketentuan dan mudah dijangkau warga.
Pemerintah pusat juga mengingatkan pola kenaikan harga yang berulang setiap tahun, terutama pada komoditas yang sangat bergantung musim seperti cabai. Daerah diminta memetakan risiko sejak awal, menetapkan batas toleransi kenaikan, dan segera melakukan intervensi begitu harga mulai bergerak naik tak wajar.
Pengendalian inflasi dinilai tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh sinergi penuh dari pusat hingga daerah, serta lintas sektor perdagangan, pertanian, dan ketahanan pangan. Bagi Parigi Moutong, hasil rapat menjadi arahan jelas untuk memperketat pemantauan, mempercepat respons, dan menjaga stabilitas harga agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id

Saat ini belum ada komentar