Penertiban Tambang Emas Ilegal di Parimo Berujung Nihil, Ada Dugaan Orang Dalam Bermain
- calendar_month Kam, 18 Jun 2026
- visibility 83
- comment 0 komentar

PARIMO | Harian Sulawesi – Operasi penertiban pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Karya Mandiri, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, berakhir tanpa hasil.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya kebocoran informasi sebelum razia digelar.
Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Lingkungan (PHL) Parigi Moutong melakukan operasi selama dua hari, Rabu-Kamis (10-11 Juni 2026).
Namun, saat tim gabungan tiba di lokasi, tidak ditemukan aktivitas pertambangan maupun alat berat yang sebelumnya diduga beroperasi di kawasan tersebut.
Sumber yang enggan disebutkan namanya menduga kebocoran informasi berasal dari internal Satgas PHL.
Seorang oknum berinisial MI disebut-sebut mengetahui dan diduga membocorkan rencana operasi kepada pihak yang berkepentingan di lokasi tambang.
“Bagaimana tidak bocor razia kalau tim satgas yang bayarkan penginapannya bos tambang,” ujar sumber tersebut.
Menurut sumber, sebelum operasi dilakukan, oknum yang dituding tersebut diduga sempat berkomunikasi dengan seseorang yang disebut sebagai pemodal tambang di Desa Karya Mandiri.
Akibatnya, saat tim gabungan turun ke lapangan, lokasi yang sebelumnya dilaporkan aktif sudah dalam kondisi kosong. Tidak terlihat adanya aktivitas penambangan maupun alat berat di area yang menjadi target operasi.
Menanggapi tudingan tersebut, anggota Satgas PHL Parigi Moutong berinisial MI membantah keras adanya kebocoran informasi dari internal tim.
“Kalau dari satgas saya anggap clear. Tidak ada teman-teman satgas yang membocorkan informasi itu,” kata MI saat dikonfirmasi.
Dijelaskannya, operasi tersebut melibatkan banyak personel gabungan dari kepolisian, TNI, hingga aparat setempat sehingga keberadaan tim cukup mudah diketahui masyarakat.
“Kami tiba malam di penginapan, lalu operasi siang pukul 14.00 WITA. Personel juga menginap di sekitar Polsek Kotaraya. Mungkin ada yang melihat keramaian dan menebak akan ada operasi,” ujarnya.
MI juga membantah tudingan bahwa penginapan tim satgas dibiayai oleh pihak pemodal tambang.
“Penginapan kami bayar sendiri. Bisa dikonfirmasi ke pemilik karena kami minta nota pembayaran,” katanya.
Meski tidak menemukan aktivitas tambang, tim Satgas PHL tetap melakukan langkah penertiban dengan memasang spanduk larangan aktivitas pertambangan ilegal di dua titik lokasi.
Sebagai evaluasi, Satgas PHL berencana mengubah pola operasi pada penindakan berikutnya. Informasi mengenai target operasi akan dibatasi hanya kepada personel tertentu guna meminimalkan potensi kebocoran.
“Kami akan ubah strategi. Lokasi tidak disampaikan ke semua personel saat rapat,” ujar MI.
Ia memastikan upaya penertiban aktivitas PETI di wilayah Parigi Moutong tetap menjadi prioritas dan akan terus dilakukan meskipun strategi pelaksanaannya diperketat.
“Penertiban tetap berjalan, tapi strategi kami evaluasi agar operasi berikutnya berhasil,” pungkasnya. (**)
- Penulis: TIM Media bersama
- Editor: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar