Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Parimo » Penempatan PPPK Belum Merata, Bupati Perintahkan Evaluasi dan Penyesuaian Berbasis Kebutuhan

Penempatan PPPK Belum Merata, Bupati Perintahkan Evaluasi dan Penyesuaian Berbasis Kebutuhan

  • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

PARIGI | Harian Sulawesi – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat menata manajemen kepegawaian, khususnya menyangkut penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang jumlahnya cukup besar namun distribusinya belum merata di seluruh wilayah maupun instansi.

Langkah ini ditegaskan Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Kepegawaian di Auditorium Kantor Bupati, Senin (25/5/2026).

Mengusung tema “Menyamakan Persepsi Manajemen Kepegawaian dan Evaluasi Penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Menuju Tata Kelola Aparatur yang Profesional, Adaptif, dan Berintegritas”, kegiatan ini diikuti seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat pengelola kepegawaian se-Kabupaten Parigi Moutong.

Bupati Erwin menilai rapat ini sangat tepat waktu, mengingat anggaran daerah yang digelontorkan untuk penggajian PPPK sangat besar, namun penempatan banyak di antaranya tidak sesuai domisili.

“Sampai saat ini di meja saya masih ada ratusan surat permohonan pindah tugas. Ada yang berdomisili di Tolai tapi bertugas di Lambunu, ada yang rumahnya di Parigi tapi ditempatkan di Moutong. Dan ini wajar disampaikan, karena penempatan jauh dari tempat tinggal membuat kinerja tidak maksimal,” ungkap Bupati.

Meski mendukung penyesuaian, Bupati menegaskan perencanaan harus matang.

“Jangan sampai wilayah atau OPD yang ditinggalkan menjadi kosong, sementara tempat tujuan justru terjadi penumpukan pegawai. Pengaturan harus seimbang, memperhatikan domisili dan kebutuhan masing-masing instansi,” tegasnya.

Evaluasi Menyeluruh Atas Kebutuhan Tenaga

Bupati memerintahkan seluruh pimpinan OPD segera menginventarisasi dan mengevaluasi keberadaan PPPK di lingkungan kerjanya.

Hal ini menyusul masih adanya ketimpangan kebutuhan tenaga, seperti yang dialami Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang membutuhkan sekitar 100 tenaga tambahan, setelah tenaga honorer yang selama ini bekerja di sana dinyatakan lulus tes dan ditempatkan di instansi lain.

Ketimpangan ini harus segera diselesaikan agar tugas pokok dan fungsi instansi berjalan optimal. Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan beban keuangan daerah yang cukup berat.

“Pemerintah Pusat membatasi anggaran pegawai maksimal 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun di Parigi Moutong saat ini porsinya sudah mencapai 58 hingga 59 persen. Ini beban besar, namun kami berkomitmen mempertahankan keberadaan PPPK.

Kami khawatir jika dirumahkan, akan timbul masalah baru seperti pengangguran massal hingga gangguan ketertiban sosial,” jelasnya.

Bupati menambahkan, tantangan keuangan ini juga harus dibagi dengan kebutuhan pembangunan lain, mulai penanganan banjir, normalisasi sungai, penanggulangan abrasi pantai, hingga perbaikan jalan yang sangat mendesak.

Pegawai Tidak Disiplin Terancam Diberhentikan

Sebagai bentuk efisiensi dan pengoptimalan kinerja, Bupati memberi perintah tegas untuk melakukan evaluasi kinerja yang ketat.

Menurutnya, di tengah kondisi keuangan yang sedang dilakukan efisiensi, pemerintah daerah tetap membiayai dan menggaji ASN, sehingga kinerja harus sepadan.

“Jika masih ada PPPK atau ASN yang jarang masuk kerja, malas-malasan, atau tidak disiplin, saya perintahkan: segera diberhentikan saja. Kita tidak mau memelihara pegawai yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” ucap Bupati dengan tegas.

Untuk memantau kinerja, pemerintah daerah juga akan memaksimalkan pemanfaatan Aplikasi Sikelor (Sistem Kepegawaian Elektronik) yang memfasilitasi kenaikan pangkat hingga kenaikan gaji berkala secara daring.

“Ini harus dimaksimalkan. Jika berjalan baik, ASN tidak perlu lagi datang ke kantor BKPSDM untuk urusan administrasi, semua bisa dilakukan secara online. Ini bentuk pelayanan cepat dan mudah,” katanya.

Selain sistem internal, pengawasan juga melibatkan masyarakat. Pemkab Parigi Moutong akan memperluas jangkauan layanan pengaduan kinerja ASN.

Masyarakat dapat melaporkan jika menemukan ASN yang bolos kerja, melanggar aturan, atau memberikan pelayanan buruk melalui nomor yang disediakan.

“Evaluasi kinerja tidak cukup hanya dari dalam, tapi kita butuh pandangan dari luar. Aspirasi dan laporan masyarakat adalah cermin kinerja kita,” pungkasnya.

Wabup Tegaskan Disiplin dan Kebersamaan, Tetapkan Apel Tanggal 17 Bulan berjalan

Sementara itu, Wakil Bupati H. Abdul Sahid menekankan pentingnya kedisiplinan, pelayanan prima, dan kebersamaan tanpa kecemburuan sosial. Ia mengingatkan kembali arahan yang selalu disampaikan setiap apel pagi.

“Masih ada pegawai yang belum konsisten bersikap dan bekerja sebagai abdi negara. Oleh karena itu, saya perintahkan seluruh pimpinan OPD memastikan aturan dilaksanakan sebaik-baiknya,” tegas Wabup.

Menurutnya, penerapan aturan ketat bertujuan membangun kebersamaan dan memastikan verifikasi kehadiran dilakukan secara jujur dan transparan.

“Tidak boleh ada yang bekerja keras sementara pihak lain berleha-leha namun mendapatkan hak yang sama. Laporan kehadiran dan kinerja harus disampaikan apa adanya, sebagai dasar evaluasi dan kebijakan,” tambahnya.

Untuk memperkuat pembinaan, Wabup menetapkan agenda wajib baru: Apel Bersama gabungan seluruh ASN yang dilaksanakan setiap tanggal 17 bulan berjalan.

“Ini bukan sekadar rutinitas, tapi momen menyatukan persepsi, menyampaikan kebijakan, serta menumbuhkan persatuan dan semangat kerja sama,” jelasnya.

Wabup menegaskan larangan keras mempersulit masyarakat dalam pelayanan publik.

“Prinsipnya satu: jangan persulit urusan siapa pun. Pelayanan harus mudah, cepat, dan ramah. Jika ada kendala, segera konsultasi dengan atasan, jangan biarkan menjadi penghambat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Seluruh langkah ini ditegaskan sebagai upaya berkelanjutan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, berintegritas, dan benar-benar hadir melayani kebutuhan masyarakat Parigi Moutong. (**)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus BMA Sulawesi Tengah Periode 2026–2031 Resmi Dilantik

    Pengurus BMA Sulawesi Tengah Periode 2026–2031 Resmi Dilantik

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Foto: istimewa KOTA PALU, Sulteng – Pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2031 resmi dilantik di Gedung Sidang DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (6/8/2026). Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, turut hadir menyaksikan prosesi yang menjadi momentum penguatan kelembagaan adat sekaligus sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah daerah. Kepengurusan baru BMA […]

  • Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Prajurit, Kodim 1308/LB Gelar UKT PSM

    Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Prajurit, Kodim 1308/LB Gelar UKT PSM

    • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
    • account_circle Yunai
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Ket: Prajurit Kodim 1308/LB saat mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Pencak Silat Militer. (Foto: Dok. Kodim 1308/LB) LUWUK, Sulawesi Tengah – Komando Distrik Militer (Kodim) 1308 Luwuk Banggai menggelar Uji Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM), dari tingkat sabuk kuning ke tingkat sabuk hijau. Kegiatan yang digelar di Aula Makodim 1308/LB, Senin (14/9) pagi, diuji […]

  • Camat Parigi Utara Apresiasi Respons Cepat DLH Tangani Pohon Trembesi Membahayakan Pengendara

    Camat Parigi Utara Apresiasi Respons Cepat DLH Tangani Pohon Trembesi Membahayakan Pengendara

    • calendar_month Kam, 1 Okt 2026
    • account_circle Kamal
    • visibility 69
    • 0Komentar

    PARIGI MOUTONG, Sulteng – Respons cepat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parigi Moutong dalam menangani pohon trembesi yang dinilai membahayakan pengguna jalan mendapat apresiasi dari Camat Parigi Utara, Muhtar Putia S.P., M.AP. Hal tersebut disampaikan Muhtar saat dikonfirmasi langsung Media Harian Sulawesi di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2026). Menurut Muhtar, terdapat tiga pohon trembesi yang sebelumnya […]

  • Gugatan Rp 10 Miliar Proyek Perpustakaan Parimo Bergulir, Kuasa Hukum CV Arawan Singgung Pemahaman Bupati

    Gugatan Rp 10 Miliar Proyek Perpustakaan Parimo Bergulir, Kuasa Hukum CV Arawan Singgung Pemahaman Bupati

    • calendar_month Kam, 9 Jul 2026
    • account_circle Sumardin (Pde)
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Foto : Dokumen PARIGI | Harian Sulawesi – Gugatan perdata senilai Rp 10 miliar terkait proyek pembangunan Dinas Perpustakaan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) masih bergulir di Pengadilan Negeri Parigi. Perkara ini bermula setelah pihak ketiga, CV Arawan, mengaku mengalami kendala dalam proses pembayaran usai menyelesaikan pekerjaan proyek tersebut. Proyek pembangunan gedung perpustakaan itu diketahui bernilai […]

  • 236 Mahasiswa Unisa Palu Siap Tugas KKN di Tiga Wilayah, Kampus Tekankan Kontribusi Nyata

    236 Mahasiswa Unisa Palu Siap Tugas KKN di Tiga Wilayah, Kampus Tekankan Kontribusi Nyata

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Foto: istimewa PALU, Sulawesi Tengah – Sebanyak 236 mahasiswa Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu resmi mengikuti kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan LVIII Semester Ganjil TA 2026/2027 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM). Ratusan mahasiswa ini disiapkan untuk mendukung pembangunan di tiga wilayah fokus penempatan, yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan […]

  • Kasus Diare Melonjak di Tolitoli, Satu Anak Meninggal dan Data RSUD Dianggap Tertutup

    Kasus Diare Melonjak di Tolitoli, Satu Anak Meninggal dan Data RSUD Dianggap Tertutup

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2026
    • account_circle Mahdi Rumi
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Ket: Titis Widaryani (gambar kecil) Kabid Pelayanan RSUD Mokopido Tolitoli (f-ist) TOLITOLI, Sulteng – Sepekan terakhir jumlah pasien diare yang berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokopido, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, mengalami lonjakan tajam. Pihak rumah sakit pun mengaku kewalahan menampung pasien, yang sebagian besar adalah anak-anak, lantaran ruang perawatan yang tersedia sudah penuh […]

error: Content is protected !!
expand_less