Kinerja Pemkab Parimo Capai Di Atas 90 Persen, Ketimpangan Antar OPD Jadi Tantangan Utama
- calendar_month Rab, 1 Apr 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar

PARIGI MOUTONG, Sulteng – Evaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tahun 2025 menunjukkan capaian yang tergolong tinggi. Namun di balik angka tersebut, masih terdapat persoalan mendasar berupa ketimpangan kinerja antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai menghambat optimalisasi pembangunan daerah.
Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, mengungkapkan hal itu dalam pemaparannya pada forum Musrenbang RKPD 2027. Secara agregat, kinerja pemerintah daerah sebenarnya berpotensi mencapai hasil yang jauh lebih maksimal apabila seluruh satuan kerja mampu berjalan beriringan.
“Secara umum kinerja kita tinggi, bahkan berpotensi di atas 90 persen. Tapi masih ada beberapa OPD yang kinerjanya rendah, sehingga berdampak pada capaian keseluruhan,” ujar Irwan. Ia menegaskan ketimpangan ini harus segera dibenahi agar seluruh potensi pembangunan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain ketimpangan kinerja, lemahnya sistem pelaporan di sejumlah OPD juga menjadi sorotan tajam. Kondisi ini menyulitkan proses evaluasi dan pengukuran kinerja secara objektif, padahal data yang valid adalah dasar utama penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. “Tanpa data yang akurat, penilaian menjadi sulit. Ini harus segera diperbaiki bersama,” tegasnya.
Dari sisi indikator makro, Parigi Moutong menunjukkan perkembangan menggembirakan. Angka kemiskinan turun menjadi 13,51 persen pada tahun 2025 — angka terendah sepanjang sejarah daerah ini. Meski tren terus menurun, Irwan mengingatkan bahwa capaian tersebut masih berada di atas rata-rata provinsi dan penurunannya belum cukup signifikan.
Beberapa indikator lain seperti pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia juga masih memerlukan percepatan. Oleh karena itu, hasil evaluasi ini diharapkan menjadi cermin bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan program pada tahun-tahun mendatang.
“Ingat, evaluasi ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Ini adalah cambuk agar kita semua bekerja lebih baik, lebih terukur, dan lebih bertanggung jawab dalam melayani masyarakat,” pungkas Irwan, menegaskan bahwa perbaikan kinerja adalah tanggung jawab bersama demi kemajuan Parigi Moutong. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id
- Editor: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar