Bunda PAUD Parigi Moutong Sebut Jumlah Anak Tidak Sekolah Capai 13 Ribu
- calendar_month Rab, 6 Mei 2026
- visibility 37
- comment 0 komentar

PARIMO, Sulawesi Tengah – Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwaty Nanga, menyatakan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di daerah tersebut mencapai sekitar 13 ribu orang berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Hal itu disampaikan saat membuka Seminar Parenting yang diselenggarakan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Parigi Moutong di Auditorium Kantor Bupati, Rabu (6/5/2026).
Hestiwaty mengaku terkejut saat mengetahui angka tersebut, karena menjadi yang tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Data itu disampaikan saat saya bersama Ketua Komisi IV serta perwakilan dari sejumlah OPD mengikuti kegiatan di Kemendikdasmen. Ketika dipaparkan, saya cukup kaget karena angka anak tidak sekolah tertinggi di Sulawesi Tengah justru ada di daerah kita,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah cepat guna menekan angka ATS agar tidak terus meningkat.
Dia menilai upaya promotif dan preventif perlu dilakukan, yakni mencegah serta mengendalikan agar jumlah anak tidak sekolah tidak kembali bertambah.
Selain itu, kata dia, dalam pertemuan tersebut juga telah dipetakan tugas dan peran masing-masing pihak dalam upaya pengendalian ATS.
“Bunda PAUD bertugas untuk mensosialisasikan dan mengedukasi wajib belajar 13 tahun serta memastikan tidak ada anak yang tidak bersekolah,” katanya.
Katanya, persoalan ATS merupakan tantangan bersama yang membutuhkan penanganan lintas sektoral. Untuk itu, diperlukan kebijakan daerah berupa peraturan daerah (Perda) sebagai dasar penanganan.
Meski demikian, ia menilai langkah awal tetap bisa dilakukan tanpa harus menunggu Perda, salah satunya melalui penerbitan surat edaran.
“Surat edaran juga merupakan bentuk kebijakan. Jadi sambil menunggu Perda, perlu segera dibuat surat edaran ke kecamatan dan desa agar bisa langsung ditindaklanjuti,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemetaan, jumlah ATS terbanyak berada di wilayah dengan kondisi geografis sulit atau daerah terpencil, seperti Kecamatan Tinombo, Tomini, dan Palasa.
Untuk itu, ia meminta Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa agar aktif melakukan sosialisasi dan edukasi dengan pendekatan persuasif, sehingga anak-anak yang tidak sekolah dapat kembali mengakses pendidikan.
“Camat dan Bunda PAUD kecamatan harus memahami dan memantau tren ATS, baik di tingkat kecamatan maupun desa, agar selalu mengetahui kondisi dan data terkini,” tuturnya. (**)
- Penulis: hariansulawesi.id

Saat ini belum ada komentar