Akibat Jembatan Darurat Masih Rusak, Truk Bermuatan Air Mineral Terguling di Jalur Alternatif Tolai Timur-Malakosa
- calendar_month Sen, 10 Agu 2026
- visibility 161
- comment 0 komentar

Foto : Risman@hariansulawesi
PARIGI MOUTONG, Sulteng – Jembatan penghubung Desa Tolai Timur dengan Desa Malakosa, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), hingga kini belum bisa dilalui kendaraan bertonase lebih dari 3 ton.
Kondisi itu terjadi setelah jembatan mengalami kerusakan akibat diterjang banjir dan sementara masih menggunakan gelagar darurat selama sekitar 10 pekan.
Kondisi tersebut memaksa kendaraan bertonase besar menggunakan jalur alternatif melalui jalan inspeksi irigasi milik Balai Wilayah Sungai (BWS). Namun, kondisi jalan yang bergelombang justru membahayakan pengguna jalan.
Sebuah truk bermuatan air mineral jenis Aqua dilaporkan terguling saat melintas di jalur tersebut. Beruntung, kecelakaan tunggal itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Anggota DPRD Parimo dari daerah pemilihan (Dapil) V, Ir. I Ketut Mardika, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, truk terguling karena kondisi jalan inspeksi irigasi yang tidak memadai, meski sebelumnya masyarakat telah bergotong royong melakukan perbaikan.
“Tergelincirnya mobil truk itu karena jalur alternatif yang dilalui di Desa Tolai Timur karena jalannya bergelombang, yaitu jalan inspeksi irigasi milik BWS,” ujar mantan Ketua DPRD Parimo itu.
Ketut mengatakan, persoalan tersebut berpotensi semakin serius ketika musim panen padi tiba.
Sebab, kendaraan pengangkut hasil pertanian maupun material dari Desa Malakosa dan wilayah sekitarnya akan kesulitan melintas apabila akses utama belum dapat digunakan kendaraan bertonase besar.
“Kami meminta kepada Pemerintah Daerah Parigi Moutong agar bisa mencari jalan solusinya supaya mobil truk yang mengangkut hasil panen petani maupun material lainnya dari Desa Malakosa bisa lancar,” katanya, Senin (10/8/2026).
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Desa Malakosa Pantai, Khairul Pakaya. Ia berharap insiden tergulingnya truk tersebut menjadi perhatian serius pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan yang hingga kini masih menggunakan gelagar papan sebagai akses sementara.
Khairul berharap Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong segera mengambil langkah agar jembatan di perbatasan Desa Tolai Timur dan Desa Malakosa dapat kembali difungsikan sebagai jalur utama.
Menurutnya, jika jembatan tersebut segera diperbaiki dan mampu dilalui kendaraan bertonase hingga 5 ton, aktivitas masyarakat dan distribusi hasil panen serta mobilitas barang dipastikan kembali lancar. (**)
- Penulis: Risman
- Editor: Sumardin (Pde)

Saat ini belum ada komentar