Breaking News
light_mode
Trending Tags
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » Info Desa » Nama Warga Diduga Dicatut di Proyek Drainase Desa Gio, Sekdes Akui Gunakan Data untuk LPJ

Nama Warga Diduga Dicatut di Proyek Drainase Desa Gio, Sekdes Akui Gunakan Data untuk LPJ

  • calendar_month Jum, 19 Jun 2026
  • visibility 137
  • comment 0 komentar

PARIMO | Harian Sulawesi – Dugaan pencatutan nama dan pemalsuan tanda tangan mencuat dalam pelaksanaan proyek pembangunan drainase yang didanai Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 di Desa Gio, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong.

Sejumlah warga mengaku terkejut setelah namanya tercantum sebagai penerima upah dalam proyek drainase senilai Rp79.919.500 tersebut, padahal mereka mengaku tidak pernah terlibat sebagai pekerja maupun menerima pembayaran sebagaimana tercatat dalam dokumen proyek.

Salah seorang warga, Sukelan, mengaku mengetahui namanya tercantum dalam daftar penerima upah setelah didatangi petugas Inspektorat Parigi Moutong pada Mei 2026.

“Saya ditanyakan, bapak bekerja bersama berapa orang. Ya saya tidak tahu, karena saya bukan pekerja proyek itu,” kata Sukelan saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).

Menurut dia, dalam Form Pembayaran Hari Orang Kerja (HOK) proyek drainase yang dikerjakan pada April 2025, namanya tercatat sebagai pekerja dengan upah Rp170.000 per hari selama tujuh hari kerja.

“Sehingga saya harus menerima gaji Rp1.050.000. Padahal saya tidak pernah bekerja di proyek itu,” ujarnya.

Pengakuan serupa disampaikan Asrin Kutina. Ia mengaku didatangi petugas Inspektorat dan dimintai keterangan terkait namanya yang tercantum sebagai penerima upah proyek.

“Saya juga kaget. Saya pernah dipanggil bekerja got, kok tiba-tiba ada juga nama saya dalam daftar terima uang,” katanya.

Dalam dokumen tersebut, Asrin tercatat menerima upah sekitar Rp2,4 juta. Namun ia menegaskan tidak pernah menerima uang sebagaimana yang tercantum dalam daftar.

“Demi Allah saya tidak pernah menerima satu sen pun. Saya ini hanya petani dan pencari rumput, mana bisa saya mengembalikan uang yang dituduhkan kepada saya,” tegasnya.

Warga lainnya, Suparjon, juga mempertanyakan keaslian tanda tangan yang tercantum dalam dokumen proyek. Ia menilai tanda tangan tersebut tidak sesuai dengan miliknya.

“Ini tanda tangannya kasar, terkesan ada usaha untuk mencontek tanda tangan saya. Tapi tidak mirip,” ujarnya.

Suparjon juga menunjukkan dokumen yang memuat salinan kartu tanda penduduk (KTP) sejumlah warga yang diduga dicatut dalam proyek tersebut.

“Semua KTP warga ini sama sekali tidak pernah bekerja drainase, apalagi menerima insentif seperti yang disampaikan aparat Desa Gio,” katanya.

Dalam daftar HOK, Suparjon tercatat menerima upah sebesar Rp2,3 juta.

“Jangankan menerima, bekerja drainase pun saya tidak pernah lakukan,” katanya.

Merasa dirugikan, sejumlah warga berencana menempuh jalur hukum atas dugaan pencatutan identitas, penyalahgunaan data KTP, dan pemalsuan tanda tangan.

“Ini sebagai efek jera. Kalau dibiarkan, mereka mau bikin terus. Rusak desa ini,” ujar Asrin.

Sementara itu, Sekretaris Desa Gio, Iswanto, saat dikonfirmasi membenarkan penggunaan nama warga dalam dokumen proyek. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar proses penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pekerjaan dapat segera diselesaikan.

“Biar laporan kami cepat selesai. Selain itu juga para pekerja ini banyak yang tidak berada di tempat, jadi kami pakai sementara nama warga,” kata Iswanto.

Ia menambahkan, Inspektorat Parigi Moutong telah meminta pemerintah desa melakukan perbaikan dokumen dengan mengganti nama-nama yang tidak sesuai dengan penerima upah sebenarnya.

“Kami disuruh ganti. Saya juga sudah mengganti dan memperbaiki LPJ saya,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Inspektorat Parigi Moutong terkait hasil pemeriksaan atas dugaan pencatutan nama dan pemalsuan tanda tangan tersebut. (**)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Banggai Limpahkan Kasus Pemerkosaan di Luktim ke JPU

    Polres Banggai Limpahkan Kasus Pemerkosaan di Luktim ke JPU

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2026
    • account_circle Yunai
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Ket: Berkas kasus pemerkosaan di Louk dilimpahkan ke Kejari Banggai. (Foto: Humas Polres Banggai) LUWUK | Harian Sulawesi | Berkas penyidikan tersangka kasus persetubuhan anak dibawah umur, Kamis (2/7), resmi dilimpahkan Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Banggai ke Kejaksaan Negeri Banggai setelah dinyatakan lengkap atau P21. Sebagaimana disebutkan Kasi Humas Polres […]

  • Pesta Miras Berujung Pengeroyokan, Polisi Ringkus Lima Pelaku

    Pesta Miras Berujung Pengeroyokan, Polisi Ringkus Lima Pelaku

    • calendar_month Kam, 24 Sep 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Ket: Kelima pelaku penganiayaan (Foto: Humas Polresta Banggai) LUWUK, Sulawesi Tengah – Kasus penganiayaan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Pagimana, diduga dipicu mengkonsumsi minuman keras (Miras) menghebohkan warga setempat. Lima orang pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan itu, tercatat dalam laporan polisi Nomor 33/IX/2026 tertanggal 23 September 2026, telah diamankan jajaran Polsek Pagimana. Peristiwa itu […]

  • Kodim 1307/Poso Salurkan Bantuan Rebana dan Sembako Saat Maulid di Pedalaman Wana

    Kodim 1307/Poso Salurkan Bantuan Rebana dan Sembako Saat Maulid di Pedalaman Wana

    • calendar_month Kam, 24 Sep 2026
    • account_circle DAR
    • visibility 34
    • 0Komentar

    TOUNA, Sulawesi Tengah – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama para mualaf pedalaman Wana digelar di Kampung Pampe, permukiman Suku Wana, Desa Tojo, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sabtu (19/9/2026) belum lama ini. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 Wita tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Ketua Yayasan Khalid Bin […]

  • PETI di Parimo ‘Terkepung’ Pemodal, Kali Ini Pegunungan Sipayo Sasarannya Pakai Excavator..! Siapa Sosok Pelakunya?

    PETI di Parimo ‘Terkepung’ Pemodal, Kali Ini Pegunungan Sipayo Sasarannya Pakai Excavator..! Siapa Sosok Pelakunya?

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle Sumardin (Pde)
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Foto : Ilusstrasi PETI  PARIMO | Harian Sulawesi – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Parigi Moutong. Kali ini, kegiatan ilegal tersebut dilaporkan berlangsung di kawasan pegunungan Desa Sipayo, Kecamatan Sidoan, dengan dugaan penggunaan alat berat jenis exavator. Keberadaan alat berat di lokasi tambang memicu kekhawatiran masyarakat karena dinilai berpotensi […]

  • APBD Perubahan Parimo 2026: Pendapatan Daerah Diproyeksi Turun Rp109 Miliar

    APBD Perubahan Parimo 2026: Pendapatan Daerah Diproyeksi Turun Rp109 Miliar

    • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
    • account_circle Sumardin (Pde)
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Foto: Sumardin (Pde) PARIGI MOUTONG, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memproyeksikan pendapatan daerah mengalami penurunan dalam perubahan APBD 2026. Rincian pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Parigi Moutong Zulfinasran M.A.P dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (19/8/2026). Dalam laporan yang disampaikan di hadapan DPRD, pendapatan daerah sebelum perubahan tercatat sebesar […]

  • Parimo Ikuti Evaluasi DAK KB 2026, Tekankan Manfaat Nyata Hingga ke Keluarga

    Parimo Ikuti Evaluasi DAK KB 2026, Tekankan Manfaat Nyata Hingga ke Keluarga

    • calendar_month Rab, 26 Agu 2026
    • account_circle hariansulawesi.id
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Foto: istimewa PARIGI MOUTONG, Sulteng – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengikuti kegiatan Analisis dan Evaluasi Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subbidang Keluarga Berencana Tahun Anggaran 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang diikuti pemerintah daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia ini dibuka oleh Inspektur Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Sunarto, SH., […]

error: Content is protected !!
expand_less