Tim Penggerak PKK Kabupaten Sosialisasikan Cek Kesehatan Gratis, Peduli Stunting, dan Pencegahan TBC
- calendar_month 56 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar

Foto: istimewa
PARIGI MOUTONG, Sulteng – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Parigi Moutong menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan yang digelar di Kantor Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini dihadiri peserta dari Kecamatan Parigi Utara, Kecamatan Siniu, dan Kecamatan Parigi Tengah.
Turut hadir dalam kegiatan itu Camat Parigi Utara, Camat Parigi Tengah, Camat Siniu, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong Hj. Hestiwati Nanga dalam penyampaiannya menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin bagi masyarakat. Sosialisasi ini juga menyasar isu-isu penting lainnya, seperti pencegahan pernikahan dini dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Kesehatan adalah hal yang tak bisa ditawar. Di sinilah ruang dan wadah kita menyampaikan kepada masyarakat, apa yang harus kita lakukan terkait program-program penting untuk kesejahteraan kita bersama,” ujarnya.
Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah penanganan dan pencegahan stunting. Ketua TP PKK Kabupaten menjelaskan konsep HPK Hari Pertama Kehidupan, yaitu masa emas mulai dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Jika kita bicara peduli stunting, maka HPK harus berjalan dengan baik. Mulai dari pemeriksaan kehamilan secara rutin, imunisasi lengkap, hingga pemantauan pertumbuhan anak sejak lahir,” jelasnya.
Secara khusus, ia menyoroti pentingnya skrining Triple Eliminasi bagi ibu hamil yaitu pemeriksaan Hepatitis B, HIV, dan Sifilis.
“Ibu hamil wajib mendapatkan ketiga skrining ini. Jika HIV terdeteksi sejak trimester pertama dan segera diberikan pengobatan, insya Allah bayi yang lahir bisa bebas dari HIV. Namun jika baru diketahui pada trimester terakhir, risiko penularan ke bayi sangat tinggi. Sangat disayangkan jika hal ini terjadi hanya karena kurangnya informasi,” tegasnya.
Terkait tingginya angka kematian ibu di Parigi Moutong, penyebab utamanya adalah pendarahan saat persalinan. Untuk itu, PKK Kabupaten berencana menggalakkan gerakan donor darah di setiap kecamatan dalam waktu dekat.
“Target kita berdasarkan rumus WHO adalah ketersediaan darah minimal 2% dari jumlah penduduk, atau sekitar 9.000 kantong darah. Saat ini kebutuhan darah sangat tinggi, termasuk untuk pasien yang menjalani cuci darah di rumah sakit kita. Kami mohon dukungan Bapak Camat untuk menggerakkan masyarakat turut berdonor darah,” harapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa donor darah juga merupakan bentuk pemeriksaan kesehatan gratis. Setiap kantong darah yang disumbangkan akan diperiksa secara menyeluruh, sehingga pendonor pun dapat mengetahui kondisi kesehatannya.
“Jangan pernah mengira karena seseorang terlihat sehat, maka ia benar-benar sehat. HIV bisa ada di tubuh seseorang tanpa gejala yang terlihat secara fisik. Semakin cepat diketahui, semakin baik penanganannya,” tambahnya.
Di akhir penyampaian, Ketua TP PKK Kabupaten meminta agar data kasus kesehatan termasuk stunting dan TBC dipetakkan dan disampaikan hingga ke tingkat desa, agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Kita tidak hanya menyampaikan, tetapi juga memantau. Semoga langkah kecil ini membawa perubahan besar bagi kesehatan keluarga kita di Parigi Moutong,” tutupnya.
Sumber : Diskominfo Parigi Moutong.
- Penulis: hariansulawesi.id

Saat ini belum ada komentar