Gelar Site Visit Media, Pertamina EP Dorong Perekonomian Warga Lokal
- calendar_month Jum, 2 Okt 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar

Ket: Sekolah Lapang Petani Jagung Desa Kayowa, Batui Selatan. (Foto: Yunai)
LUWUK, Sulawesi Tengah – Site visit media digelar PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (DMF) di tiga titik lokasi Program Pelibatan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), yang berada di Desa Kayowa, Kecamatan Batui Selatan, Jumat (2/10).
Melalui program PPM ini, Pertamina EP Donggi Matindok Field mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah kerja tersebut.
Kelompok ternak ayam petelur yakni kelompok Lestari, adalah lokasi yang pertama dikunjungi. Beranggotakan enam orang anggota Kelompok Lestari dibentuk pada tahun 2025, dan mulai berproduksi di tahun 2026 dengan jumlah ayam 200 ekor.
Ketua Kelompok Lestari, John Muslan, mengatakan, 148 dari 200 ekor ayam saat ini sudah berproduksi, yang hasilnya kemudian di pasarkan secara lokal baik itu ke masyarakat maupun ke warung-warung terdekat.
“Umur ayam saat ini sudah 33 minggu, dan hasilnya sangat membantu perekonomian masyarakat, khususnya bagi kelompok Lestari,” tutur John.
Guna pengembangan produksi kelompok ke depan, John Muslan berharap Kelompok Lestari mendapat bantuan yang berkelanjutan dari pihak perusahaan.
Relation Pertamina EP DMF, Fuad Rafif, menambahkan, dengan pelibatan aktif dan pemberdayaan pada kelompok Lestari, pihaknya memfasilitasi pemberdayaan diantaranya SOP pengelolaan ayam, edukasi dalam mengelola kandang ayam dan pemberian pakan yang sehat.
“Kami berharap beliau (John Muslan) bisa pemimpin yang hebat dalam sebuah kelompok,” tukasnya.
Kunjungan berikut bergeser ke Kelompok Tani Musaangu, di bawah asuhan Beni Irawan selalu ketua kelompok.
Ia mengatakan, pupuk bioferdom yang mereka gunakan untuk tanaman jagung sangatlah membantu, dengan edukasi yang didapatkan kelompok di lapangan bagaimana cara memberikan pupuk yang baik dan penggunaan sesuai dengan takaran.
“Jika kita menggunakan pupuk tidak sesuai takarannya, maka pertumbuhan tidak akan bagus. Kondisi alam dan waktu penanaman juga dapat mempengaruhi pertumbuhan jagung,” sebutnya.
Selanjutnya, kunjungan terakhir site visit di sekolah lapang petani jagung di Desa Kayowa.
Dimana melalui program Sekolah Lapang Bioferdom ini, PT Pertamina EP Donggi Matindok Field (PEP DMF) Zona 13 , bagian dari PT Pertamina Hulu Energi Regional 4 PT Pertamina Hulu Energi, meraih penghargaan Gold Pilar Sosial SDGs 2 Indonesian SDGs Award (ISDA) 2026. (**)
- Penulis: Yunai

Saat ini belum ada komentar