Posyandu Parimo Bertransformasi: Kini Jadi Pusat Pelayanan Dasar Terpadu Enam Sektor
- calendar_month Sen, 14 Sep 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar

Foto: istimewa
PARIGI MOUTONG, Sulteng – Wajah Posyandu di Kabupaten Parigi Moutong kini berubah makin luas dan berperan strategis. Tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, lembaga yang berakar di tingkat desa ini resmi bertransformasi menjadi wadah pelayanan dasar masyarakat secara terpadu, melalui penerapan model Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hingga September 2026, inovasi ini sudah menjangkau seluruh 18 kecamatan di wilayah kabupaten.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, SKM, M.Kes., menjelaskan perubahan ini dilakukan agar Posyandu makin tanggap dan mampu menjawab beragam kebutuhan mendasar warga langsung dari tempat tinggalnya.
“Posyandu sekarang bukan lagi hanya mengurus kesehatan, melainkan menjadi pusat pelayanan dasar secara menyeluruh. Layanan lama tetap berjalan, kami tambahkan lima bidang lain agar terintegrasi satu sama lain,” ujarnya.
Enam bidang pelayanan yang kini disatukan meliputi: Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat, dan Bidang Sosial.
Langkah ini diwujudkan lewat peluncuran percontohan di dua lokasi: Posyandu Bougenville, Desa Tilung, Kecamatan Tomini pada 11 September, serta Posyandu Melati, Desa Kotaraya, Kecamatan Mepanga pada 12 September 2026.
Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Hestiwati, didampingi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta enam Organisasi Perangkat Daerah pengampu.
Sinergi lintas sektor ini menjamin setiap kebutuhan yang dicatat kader di desa tidak sekadar tertulis, melainkan disampaikan dan ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Data ini juga diharapkan menjadi dasar penyusunan rencana pembangunan daerah yang tepat sasaran.
Pemerintah daerah juga memperhatikan kesejahteraan garda terdepan pelayanan ini. Hestiwati menegaskan seluruh kader Posyandu akan segera didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, dengan biaya penuh ditanggung oleh Pemkab Parigi Moutong. “Kader harus dilindungi dan dihargai perjuangannya,” tegasnya.
Dengan cakupan luas dan model yang terus disempurnakan, Posyandu 6 SPM diharapkan menjadi jembatan kokoh: kebutuhan warga desa tersampaikan jelas, dan program pemerintah dapat berjalan tepat sasaran, cepat, serta terasa manfaatnya langsung oleh masyarakat. (**)
Sumber: Dinas Kominfo Parigi Moutong
(Foto: Dekranasda)
- Penulis: hariansulawesi.id

Saat ini belum ada komentar